Yamaha Mio S

Tidak Ada Sosialisasi, Warga Ontrog Pembangunan Transmart

  Rabu, 09 Januari 2019   Irpan Wahab Muslim
Forum Masyarakat Rancabango menggelar aksi di depan proyek pembangunan Transmart Tasikmalaya, Rabu (9/1/2019) siang. (Irpan Wahab Muslim/ayotasik).

CIPEDES, AYOTASIK.COM--Ratusan masyarakat yang terhimpun dalam Forum Masyarakat Rancabango menggelar aksi di depan proyek pembangunan Transmart Tasikmalaya, Rabu (9/1/2019) siang.

Massa aksi didominasi oleh emak-emak ini membawa spanduk berisikan beberapa tuntutan. Selain itu, mereka berorasi di depan proyek pembangunan yang ditutupi pagar seng setinggi 2,5 meter.

Koordinator aksi sekaligus ketua ketua RW 15 Kampung Rancabango, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Edi Kusmayadi menuturkan, aksi dilakukan untuk meminta sosialisasi dari pihak Trsnsmart kepada warga yang pastinya akan terdampak secara langsung dengan adanya supermarket tersebut.

"Warga meminta ada sosialisasi kepada warga Rancabango, namun sejauh ini hingga pembangunan mencapai 80 persen, sosialisasi tidak ada," Kata Edi.

Dia mengaku selama pembangunan tidak pernah ada pihak Transmart yang datang kepada pengurus RW maupun warga sekalipun. Padahal, warganya sangat terdampak atas pembangunan tersebut.

"Sedangkan warga Rancabango merupakan yang paling terdampak terhadap adanya keramaian di sini. Bayangkan saat ini anak-anak bisa santai untuk menyeberang jalan, kalau nanti kan kami gelisah sebagai orang tua," lanjut Edi.

Warga yang berniat menemui pihak Transmart harus kecewa, pasalnya dilokasi pembangunan hanya ada pekerja. Sebelumnya pihak warga telah melayangkan surat namun untuk pertemuan hingga saat ini belum ada.

"Kami harapkan bisa bertemu dengan pihak Transmart, agar apa yang kami rasakan bisa tersamapaikan. Tadi kami berkomunikasi melalui telepon, keputusannya pihak Transmart melalui humas akan menemui warga Rancabango, namun teknisnya belum jelas," jelas Edi.

Sementara itu, Dayat warga yang ikut pada aksi ini mengatakan bila pihak Transmart tidak kooperatif maka warga akan menggelar aksi yang lebih besar lagi. Selain itu warga meminta saat penyerapan karyawan diprioritaskan kepada warga sekitar termasuk warga Rancabango.

"Kami ikut kebijakan perusahaan, hanya saja sejak membangun tak ada sosialisasi. Diharapkan membuka lapangan kerja di wilayah. Kita sudah dua kali pertemuan tidak ditanggapi, sejak akhir bulan lalu. Diterima pihak APG, tapi tak ada kesepakatan apapun," kata Dayat.

Warga membubarkan diri setelah pihak koordinator aksi telah berkomunikasi dengan pihak humas Transmart melalui sambungan telepon. Warga meninggalkan spanduk bertuliskan tuntutan di pagar depan proyek pembangunan Transmart tersebut.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar