Yamaha Mio S

2 Kecamatan di Kab Tasik Rawan Pergerakan Tanah

  Kamis, 10 Januari 2019   Irpan Wahab Muslim
Ilustrasi pergerekan tanah.

SINGAPARNA, AYOBANDUNG.COM--Kabupaten Tasikmalaya termasuk salah satu daerah dengan kerawanan bencana cukup tinggi di Jawa Barat. Salah satunya pergerakan tanah. Kerawanan bencana ini hampir merata di 39 Kecamatan meskipun dengan ketegori berbeda.

Dari data yang berhasil dihimpun, 33 Kecamatan tergolong rawan pergeseran tanah katagori menengah hingga tinggi ,4 Kecamatan Kategori Menengah dan 2 Kecamatan termasuk kategori tinggi berpotensi pergerakan tanah. 2 Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Salawu dan Puspahiang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog), Ria Supriatna, menuturkan kondisi kerawanan bencana pergeseran tanah yang mencakup seluruh wilayah Kecamatan merupakan hasil dari pengamatan dan penelitian dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

"Kita sudah berkordinasi dengan Badan Geologi. Wilayah yang mempunyai kerawanan tinggi itu Salawu dan Puspahiang. Kita sudah lakukan kajian, ada disana wilayah yang sangat rawan dan tidak layak untuk ditempati," kata Ria melalui sambungan telepon, Kamis (10/1).

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang menghuni wilayah dengan kerawanan cukup tinggi. Diantaranya mengganti area persawahan dan kolam oleh pepohonan yang kuat.

"Intinya, harus mengganti yang berkaitan dengan air dengan yang kering kering. Kolam harus berganti dengan kebun dan ditanami pohon. Dilapangan sosialisasi dan imbauan itu ada yang sudah dilaksanakan ada yang belum," tambah Ria.

Disinggung soal relokasi pemukiman, Ria menambahkan pihaknya belum bisa melakukan itu. Meskipun berdasarkan penelitian dan pengamatan wilayah tersebut sangat rawan pergerakan tanah.

Belum dilaksanakan relokasi pemukiman ini, lanjut Ria berkaitan dengan banyak hal, diantaranya segi ekonomi, kesiapan anggaran pemerintah daerah, kesiapan masyarakat dan berbagai aspek lainnya.

"Kami tidak bisa memaksa masyarakat untuk relokasi, karena berbagai aspek harus diperhitungkan. Tapi kami sudah mengimbau, jika terjadi retakan segera tutup kembali retakan itu dengan tanah. Kalau hujan mengguyur lebih dari 3 jam segera untuk meninggalkan pemukiman," tambah Ria.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar