Yamaha Aerox

Jembatan Sejajar Alir Sungai, Warga Bertaruh Nyawa Setiap Melewatinya

  Jumat, 01 Februari 2019   Irpan Wahab Muslim
Jembatan di aliran sungai Cibunter, Desa Tanjung Barang, hampir setiap hari tertutupi air sungai. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

CIKATOMAS, AYOTASIK.COM—Warga Desa Tanjung Barang, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya harus bertaruh nyawa setiap akan mengisi kegiatan, baik kegiatan perekonomian, pertanian maupun belajar mengajar. Hal ini karena mereka harus menyeberangi jembatan yang tepat sejajar dengan aliran sungai. 

Jembatan di aliran sungai Cibunter, Desa Tanjung Barang itu, sangat menghawatirkan. Hampir setiap hari jembatan tertutupi air sungai.

Kepala Desa Tanjung Barang Pepen Rosmudin menuturkan, jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar 3 Meter tersebut dibangun tahun 1973. Namun hingga saat ini belum ada upaya untuk membangun kembali jembatan yang merupakan urat nadi penopang kehidupan warga.

"Setiap tahun juga selalu kita ajukan kepada pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Namun hingga saat ini belum diperbaiki. Statusnya jembatan milik Pemkab Tasik, jadi kita Pemerintah desa tidak berwenang untuk melakukan perbaikan manggunakan anggaran yang ada di desa," kata Pepen melalui sambungan telepon, Jumat (1/2/2019).

Meskipun kondisinya berada di desa, lanjut Pepen, jembatan tersebut merupakan jembatan penting bagi masyarakat. Apalagi banyak anak sekolah yang menyeberang jembatan itu. Alhasil, jika air sungai pasang, anak sekolah harus dibantu menyeberang oleh orang dewasa.

"Ini jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, karena memang jalur alternatif jika di jalur utama Salopa, Jatiwaras lumpuh. Karena lebih dekat jarak kalau mau ke ibu kota kabupaten," papar Pepen.

Jembatan Cibuntar itu, lanjut Pepen, merupakan jalur penghubung antardesa di Kecamatan Cikatomas, di antaranya Desa Lengkong, Tanjung Barang, Mandalahuni dan Mandala Mekar. 

Pemerintah desa, tambah Pepen, bukan tidak dingin memperbaiki atau membangun kembali Jembatan Cibunter. Hanya saja pihaknya tidak ingin menyalahi aturan yang ada, karena status jembatan tersebut milik Kabupaten Tasikmalaya.

"Alasan dari pemerintah Kabupaten Tasikmalaya selalu soal anggaran, tapi mungkin di sini harus ada skala prioritas dalam pembangunan. Kami berharap untuk segera dilakukan pembangunan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu," pungkas Pepen.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar