Yamaha Aerox

Sexsi, Ajak Generasi Muda Mencintai Olahraga

  Sabtu, 02 Februari 2019   Irpan Wahab Muslim
Anggota Sexsi setelah latihan di Komplek Setda Kab Tasikmalaya. (Irpan Wahab/ayotasik)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM - Sabtu pagi, komplek Setda Kabupaten Tasikmalaya di jalan Bojongkoneng Kecamatan Singaparna dipenuhi sejumlah remaja yang bermain sepeda. Bahkan, mereka melakukan beberapa atraksi dengan sepeda yang mereka pakai atau lazim disebut Free Style.

Kelompok remaja pecinta sepeda itu bernaung dalam kelompok Sepeda BMX Singaparna (Sexsi). Sexsi dibentuk tahun 2015 lalu oleh beberapa remaja pecinta sepeda BMX. Awal pembentukannya, anggota sexsi hanya lima orang.

Selain menjalin silaturahmi, pembentukan Sexsi juga ingin menjauhkan remaja dan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba dan miras. Terlebih saat ini, banyak kasus yang dilakukan oleh remaja dengan kenakalannya.

"Kita bentuk awalnya dari ide iseng saat nongkrong. Kenapa tidak kita punya wadah, komunitas pecinta BMX. Biar lebih kompak dan terorganisir," kata Ketua Sexsi Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Rifki, Sabtu (2/2/2019).

Berjalan lebih dari 3 tahun. Komunitas Sexsi ini semakin berkembang. Saat ini, anggotanya mencapai 72 orang. Mereka kebanyakan remaja yang masih duduk dibangku sekolah SLTP dan SLTA.

"Kita mempunyai hobi yang sama. Alhamdulilah sekarang mencapai 72 anggota. Kita biasa latihan di lapangan komplek perkantoran ini. Biasa sore hari atau pagi," kata Rifki.

Selain menggelar latihan, komunitas sexsi juga sering mengisi event event olahraga atau event lainnya. Seperti event sosialisasi bahaya narkoba dan sosialisasi safety riding. Tidak hanya sebagai wadah berkumpul, sexsi juga dianggap sebagai ikatan keluarga dan bertukar fikiran.

"Kita seperti keluarga, dan sering juga kita show di event event. Ya selain hobi juga kita sering bertukar fikiran tentang teknik free style, tentang komponen sepeda." kata Rifki.

Namun, ditengah semangat membangun kekeluargaan dan mengajak pecinta BMX mencintai olahraga ada hal yang mereka sayangkan. Yakni tidak adanya sarana prasarana olahraga sepeda khususnya BMX di Kabupaten Tasikmalaya.

Salah satu anggota sexsi, Jujur Junaedi menuturkan potensi munculnya bibit atlet BMX dari Tasikmalaya sangat banyak. Hal ini harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah.

"Kita inginnya ada sirkuit atau tempat khusus bmx. Karena kita mempunyai potensi yang banyak. Siapa tahu jika fasilitas ada, muncul atlet berprestasi dari Tasikmalaya," kata salah Jujun Junaedi.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar