Yamaha Mio S

Bawaslu Kab Tasik Gelar Sidang Perdana Pelanggaran Pemilu

  Kamis, 07 Februari 2019   Irpan Wahab Muslim
Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menggelar sidang pelanggaran administrasi Pemilu, di Kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (7/1/2019). (Irpan Wahab/ayotasik).

TASIKMALAYA, AYOTASIK.COM--Calon anggota legislatif DPR RI Daerah Pemilihan Jabar XI dari Partai Berkarya, Sarimaya didampingi ketua tim relawan mengahadiri sidang penanganan pelanggaran administrasi Pemilu, di Kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (7/1/2019).

Sarimaya datang dalam sidang majelis sebagai pihak terlapor atas dugaan pelanggaraan kampanye yang ditemukan oleh Pawanslu Kecamatan Mangunreja.

Sidang perdana ini, dipimpin oleh ketua majelis, Dodi Juanda yang sekaligus Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya. Pihak pelapor yakni Panwascam Mangunreja membacakan tuntutan atas pelanggaran kampanye yang dilakukan terlapor. Pelapor meminta ketua majelis menerima laporan pelapor yang dinilai telah memenuhi unsur formil dan materil.

Ketua Panwascam Mangunreja, Muhammad Sukri Ruslan menuturkan berdasarkan bukti bukti yang terkumpul dan telah dikonfirmasikan kepada pihak pihak terkait, kegiatan kampanye terlapor melalui Radio FM Arbaya dinyatakan melanggar ketentuan seusuai Undang Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. 

Menurut Sukri, iklan audio berdurasi 60 detik itu, ditayangkan berulang kali sejak tanggal 21 Januari 2019 lalu. Konten tersebut, mengajak dan meyakinkan masyarakat untuk memilih Sarimaya atau terlapor dalam Pileg 17 April 2019 nanti.

"Kami telah memeriksa langsung pihak manajemen FM Arbaya, dan diitemukan adanya berkas kontrak perjanjian iklan mulai 21 Januari sampai dengan 14 April 2019 meskipun kontrak kerjasama tersebut dilakukan melalui komunikasi telepon dan pesan WhatsApp antara terlapor dengan pihak manajemen Arbaya. Sedangkan dalam ketentuan, tahapan kampanye melalui media elektronik atau media masa dapat dilakukan 21 hari sebelum hari H, atau mulai tanggal 23 Maret 2019 nanti," papar Sukri.

Atas pelanggaran tersebut, pihaknya mengajukan tuntutan kepada Bawaslu untuk menindak tegas pihak terlapor dengan cara menjatuhkan sanksi administrasi, menghentikan seluruh kegiatan kampanye termasuk sanksi paling berat adalah pencoretan dari Daftar Calon Tetap (DCT). 

Ditemui seusai persidangan, Sarimaya menegaskan dia tidak melakukan kerjasama iklan kampanye dengan Radio FM Arbaya. Adapun iklan kampanye audio yang selama ini sudah diputar di Arbaya, murni merupakan inisiatif tim relawan. 

"Saya sangat paham benar aturan kampanye. Hanya saja saya yang tinggal di ibu kota tidak dapat memantau seluruh pergerakan yang dilakukan relawan di daerah dalam mengkampanyekan saya," papar Sarimaya. 

Sementara itu, ketua Bawaslu Dodi Juanda menegaskan keputusan persidangan perdana ini menyatakan laporan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh pihak terlapor sebagaimana yang dialporkan oleh Panwascam Mangunreja, telah memenuhi syarat formil dan materil.

"Nanti akan diagendakan persidangan lanjutan untuk mendengarkan sanggahan dari pihak terlapor dan pembuktian dari pihak pelapor," ucap Dodi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar