Yamaha NMax

Pemkab Tasikmalaya Bentuk Satgas Wajib Belajar

  Senin, 11 Maret 2019   Irfan
Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM—Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai merancang pembentukan tim Satuan Tugas Wajib Belajar (Satgas Wajar) yang tidak hanya melibatkan Dinas Pendidikan, tetapi juga seluruh fungsi pemerintah, termasuk kalangan akademisi dan masyarakat. 

Tugas pokok Satgas Wajar ini yakni mendata jumlah anak yang tidak sekolah dan menginvestigasi akar permasalahan tersebut. 

"Pemerintah tidak bisa tinggal diam mendapatkan fakta hari ini bahwa rata-rata lama sekolah anak-anak di Kabupaten Tasikmalaya hanya 6,7 sampai 7 tahun atau kelas dua SMP dan tidak tamat. Ini persoalan pendidikan yang wajib dituntaskan," kata Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto usai menghadiri pelantikan Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya, Senin (11/3/2019).

Pendidikan, kata Ade, merupakan hal utama setelah bernapas. Oleh karena itu, pendidikan harus mendapat prioritas sampai kapan pun dan oleh siapa pun, karena menyangkut nasib bangsa di masa mendatang. 

"Apakah alasannya karena faktor ekonomi keluarga? maka pemberdayaan dan peningkatan tarap hidup keluarganya yang harus kita bidik. Kemudian apakah alasannya karena jarak tempuh ke sekolahnya jauh dan sulit? Maka infrastruktur harus dikaji dan lain sebagainya. Atau karena tidak ada semangat belajar? Maka kita bantu motivasi mereka. Penanganannya pasti akan melibatkan multi lintas sektor," papar Ade. 

Ade menambahkan, berdasarkan data, anak-anak usia sekolah di Kabupaten Tasikmalaya  baru 90 persen tuntas SMP dan dimungkinkan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Artinya ada 10 persen  anak-anak usia sekolah dari total penduduk 1,8 juta hingga 2 juta jiwa di Kabupaten Tasikmalaya yang harus disentuh. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Dadan Wardana menyebutkan, Satgas ini nantinya akan bekerja sama dengan pemerintahan desa dan turun ke daerah hingga ke daerah terpencil. 

"Satgas ini akan mendata, berapa jumlah anak, identitas keluarga, kondisi kehidupan serta hal lainnya. Jika alasannya sudah diketahui, maka akan mudah bagi Pemerintah untuk mengambil langkah menuntaskan permasalahannya," ucap Dadan.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar