A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: recent

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 241

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 241

  
Yamaha NMax

KPAID Ajak Semua Pihak Perangi Pelecehan Terhadap Anak

  Selasa, 12 Maret 2019   Irpan Wahab Muslim
Pelaku SAR (30) saat dimintai keterangan oleh unit PPA Polres Tasikmalaya. (Irpan Wahab Muslim/ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menyayangkan terjadinya kembali aksi sodomi terhadap anak dibawah umur yang dilakukan SAR (30), warga Kampung Jodang, Desa Cidadap, Kecamatan Karangunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Perilaku tersebut, kata Ato, biasa dipengaruhi oleh perilaku pelaku yang juga pernah menjadi korban sodomi atau perilaku penyimpangan seksual.

"Pelaku sendiri memang sulit diidentifikasi. Karena dalam keseharian mereka berbaur dengan masyarakat, " kata Ato kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Dia mengatakan, KPAID baru menerima laporan satu kasus sodomi sepanjang 2019 ini. Kasus sodomi terakhir terjadi pada 2017 lalu, saat 8 anak menjadi korban di Kecamatan Singaparna. 

AYO BACA : Oknum Guru Ngaji Cabuli Siswa Laki-Laki, Akui Tidak Sadar

"Pelakunya sendiri merupakan korban sodomi, saat masih anak-anak. Ini juga menjadi perhatian KPAID,  jangan sampai kejadian terulang kembali, " papar Ato. 

Dia mengimbau kepada orangtua untuk memberikan pengawasan extra kepada anak-anaknya, sehingga pergaulannya bisa diawasi dan orangtua juga bisa mengenali karakter dari teman-temannya sang anak. Dengan demikian, kasus kekerasan seksual terhadap anak diharapkan tidak akan terjadi kembali. 

Selain itu, Ato berhadap semua pihak turun tangan dalam menyikapi permasalahan kasus kekerasan seksual terhadap anak terutama kasus sodomi. Pendampingan harus terus dilakukan kepada korban, sehingga kedepan korban tidak menjadi pelaku dikemudian hari. 

"Pendampingan psikologis dan kesehatan harus terus diberikan. Karena berkaca pada kasus kasus sodomi, pelaku itu merupakan korban. Nah jangan sampai mereka yang menjadi korban berubah menjadi pelaku, " ungkap Ato.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar