Yamaha NMax

Polres Tasik Kembali Amankan Dua Pelaku Cabul

  Selasa, 12 Maret 2019   Irpan Wahab Muslim
Kedua pelaku cabul mendekam unit PPA Polres Tasikmalaya. (Irpan Wahab Muslim)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM--Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya kembali berhasil mengusut dan mengamankan dua pelaku cabul terhadap anak dibawah umur. Kali ini, petugas kepolisian mengamankan dua orang remaja berinisial RAM (17) dan KIF (20) warga Kampung Cikande, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Keduanya digelandang petugas ke Mapolres, masing masing di rumahnya tanpa perlawanan.

Mereka diamankan karena diduga melakukan tindakan asusila terhadap salah seorang remaja putri RS (15) warga Kecamatan Cigalontang yang masih merupakan teman dari sahabat pelaku.

Dari penuturan KIF, ia mengaku pada hari Minggu lalu sekitar jam 15.00 WIB disuruh ER (teman korban) menjemput RS dari salah satu tempat menuju rumah ER di Pasirkonji Kecamatan Cigalontang.

AYO BACA : Dalih Mengobati Penyakit Aneh, Kakek 59 Tahun Cabuli Pasien

Saat berada di rumag ER, KIF berusaha membujuk RS untuk melayani hasyrat seksualnya dengan iming iming korban akan diberi handphone Andorid.

"Saya hanya ingin mengetes saja jika RS ini sebelumnya dikabarkan sebagai perempuan nakal. Saya sempat mau melakukannya tapi tidak jadi," kata KIF, Selasa (12/3/2019).

Pelaku lainnya RAM mengaku, di suruh ER menjemput RS di rumah ER karena waktu sudah malam. Namun RS menolak dibawa pulang dan akhirnya RS berhasil dibujuk dan dibawa ke rumah bibi RS di daerah Peuteuyjaya Kecamatan Sariwangi. Ia pun mengaku tidak sempat melakukan persetubuhan dengan RS.

AYO BACA : Polisi Amakan Tiga Pelaku Atas Tewasnya Pelajar 16 Tahun

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma mengatakan, penangkapan kedua remaja dilakukan setelah menerima laporan orang tua korban yang telah kehilangan anaknya sejak tiga hari lalu.

"Kami langsung bergerak cepat, dan dalam waktu yang tidak lama, korban beserta kedua pelaku ditemukan untuk kemudian kami amankan," kata Pribadi.

Selanjutnya terang Pribadj, pihaknya akan mambawa RS ke rumah sakit untuk divisum.

"Untuk sementara, kedua pelaku dijerat dengan pasal 80 dan 81 Undang Undang RI nomor 35/2014, dengan ancaman 5 tahun penjara atau maksimal 15 tahun penjara," ungkap Pribadi.

Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Abdul Jabar Kecamatan Singaparna Ust. Abdul Hakim mengakui miris dengan adanya tindak asusila tersebut. Ia menuturkan, diakui atau tidak kenekatan dua remaja tanggung melakukan pencabulan merupakan dampak negatif dari handphone.

"Karena saat ini mulai anak kecil hingga dewasa memagang hanphone dan dengan mudak mengakses berbagai hal negatif. ini merupakan pekerjaan rumah semua pihak untuk membentengi generasi muda kita dari hal buruk," pungkas Ustaz Abdul Hakim.

AYO BACA : Simling Polres Tasik Siap Bantu Masyarakat

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar