Yamaha NMax

Warga Rela Antre Demi KTP-el

  Rabu, 13 Maret 2019   Irpan Wahab Muslim
Warga Rela Antre Demi KTP-el. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TAWANG, AYOTASIK.COM—Dalam sepekan terakhir, pelayanan pencetakan KTP-elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tasikmalaya membeludak. Tidak kurang dari 500 warga datang untuk mengurus administrasi kependudukan tersebut, baik perubahan data maupun pencetakan KTP-el baru. 

Ratusan orang telah mengantri sejak pukul 04.00 WIB. Bahkan sebagiannya ada yang sengaja bermalam di kantor Disduk guna kebagian nomor antrian kecil.

Meski cukup membuat kewalahan petugas, namun untungnya semua bisa terlayani karena ketersediaan blanko KTP-el yang memadai. 

"Sejak dibukanya ruang pelayanan hingga sore hari ratusan orang mengantre, tidak pernah ada habisnya. Lebih dari 500 per hari," kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya Winny, Rabu (13/3/2019).

Kondisi ini dikatakan Winny, selalu terjadi medekati pelaksaan pemilu, seperti halnya  pemilu Gubernur Jawa Barat di tahun 2018.

Terlebih dengan keluarga peraturan Menteri Dalam Negeri yang terbaru terkait tidak boleh dikeluarkan Surat Keterangan (Suket) bagi penduduk, dan semua harus sudah memegang KTP-el. Bukti kependudukan KTP-el juga menjadi salah satu syarat penting yang harus ditunjukan ketika mereka hendak mencoblos di TPS. 

Pihak Disduk juga mencatat setidaknya ada sekitar 400 pemohon pencetakan KTP-el perbaikan. Mereka ada yang pindah alamat, mengubah data kependudukan, hingga rusak dan hilang. Sementara 100 pemohon lainnya merupakan termasuk warga yang sudah masuk  Print Ready Record (PRR) atau siap cetak karena datanya sudah diambil beberapa waktu lalu. 

Salah seorang pemohon, Rika (19), warga Kecamatan Ciawi mengemukakan, dirinya rela mengantre walau mendapatkan nomor antrian diatas 350 demi mendapatkan KTP-el. 

Rika mengaku, tidak ingin hak pilihnya hilang pada saat Pemilu 17 April nanti hanya gara-gara tidak memiliki KTP-el. Sementara itu, namanya sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (Dpt) bersama kedua orang tuanya. 

"Kalau tidak punya KTP-el pasti tidak akan bisa memilih. Jadi saya paksakan walau harus ngantri sampe sore, asal KTP-nya jadi hari ini," ujar Rika

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar