Yamaha Aerox

Lapangan Sakti Lodaya, Infrastruktur Penopang Pembangunan

  Rabu, 10 April 2019   Irpan Wahab Muslim
Lapangan Sakti Lodaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

CISAYONG, AYOTASIK.COM—Lapangan Sepak Bola Sakti Lodaya, Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, yang dibangun dengan menggunakan dana desa senilai Rp1,3 miliar dianggap sebagai penopang pembangunan. Hal ini karena keberadaan Lapangan Sakti Lodaya yang memiliki standar Federation Of International Football Association (FIFA) sudah memberikan pemasukan kepada keuangan desa.

Direktur BUMdes Desa Cisayong Awaludin mangatakan, lapangan sakti lodaya sudah memberikan pemasukan kepada kas Desa sebesar Rp50 juta sejak tiga bulan terhitung September hingga Oktober hingga Desember tahun 2018. 

Besaran pendapatan itu, terhitung berlipat ganda jika dibandingkan dengan pendapatan desa sebelum dilakukan revitalisasi. Dulu, pemasukan ke desa sekitar 15 juta per tahun. 

"Selama tiga bulan itu, sekitar 50 juta masuk ke kas desa, tapi itu kotor, belum biaya perawatan dan operasional lainnya," papar Awaludin yang ditemui di lapangan Sakti Lodaya, Rabu (10/4/2019).

Namun, sejak Januari hingga saat ini, kondisi lapangan Sakti Lodaya belum dibuka kembali untuk umum. Hal ini megingat sedang ada perawatan dan perbaikan rumput lapangan agar lebih nyaman saat digunakan. Dijadwalkan, perawatan dan perbaikan selesai pada Mei mendatang.

"Biaya perawatannya itu lumayan besar, sekitar lima juga per bulan. Itu untuk biaya potong rumput, pemupukan rumput, dan perawatan lainnya. Sekarang lapangannya diperbaiki untuk menguatkan media tanam rumput.

"Karena kemarin itu banyak yang memakai, jadi kualitas rumput berkurang. Nah, kita sedang perawatan dan perbaiki media tanamnya dengan diberi tanah kembali," papar Awaludin.

Adanya lapangan Sakti Lodaya, lanjut Awal, berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Masyarakat diuntungkan dengan banyaknya orang yang mencoba lapangan sepak bola, baik dari dalam kota maupun luar kota. Selain itu, uang yang masuk dari penyewaan lapangan bisa dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya.

"Jadi, bisa sebagai penopang pembangunan di desa. Alhamdulilah perekonomian masyarakat juga sangat terbantu," ungkap Awaludin.

Harga sewa lapangan sakti lodaya juga bervariasi. Bagi masyarakat Desa Cisayong dikenakan tarif Rp500.000 setiap pertandingan, untuk di lingkungan Kecamatan Cisayong Rp750.000, sedangkan untuk masyarakat di luar Kecamatan Cisayong dikenakan tarif Rp1.000.000.

"Berbeda lagi bagi klub divisi 1 seharga Rp3 juta, divisi 2 Rp2,5 juta, dan divisi 3 seharga Rp2 juta. Setelah nanti selesai perbaikan rencana akan kami naikkan. Tapi dilihat nanti kesepakatan dengan BPD dan lainnya," pungkas Awal.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar