Yamaha Aerox

Situ Gede dan Kuatnya Kearifan Lokal

  Kamis, 11 April 2019   Irpan Wahab Muslim
Situ Gede. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

MANGKUBUMI, AYOTASIK.COM–Situ Gede merupakan salah satu objek wisata andalan Kota Tasikmalaya. Situ Gede berada di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi. Situ Gede mempunyai luas 47 hektare dengan kedalaman air mencapai 6 meter.

Dengan harga tiket masuk Rp4.000 rupiah per orang, pengunjung bisa menikmati keindahan alam Situ Gede. Pengelola menyediakan beberapa gazebo dari bambu di atas Situ Gede. Di gazebo tersebut, pengunjung bisa menikmati suasana kesejukan air Situ Gede.

Selain bersantai, pengunjung Situ Gede bisa menikmati makanan yang disediakan di warung-warung di pinggir situ. Berbagai jajanan khas Tasikmalaya dijajakan. Salah satu menu andalan yaitu olahan ikan segar.

Wisata Situ Gede lebih mengedepankan konsep alam. Di sekililingnya masih banyak bukit-bukit hijau yang ditumbuhi pepohonan besar.

Kesejukan dan keasrian alam akan didapatkan oleh pengunjung ketika berwisata di Situ Gede.

Jika ingin berkeliling Situ Gede, pengelola juga menyediakan perahu. Hanya dengan biaya Rp10.000 per orang bisa berkeliling Situ gede.

Nandang Suherman, salah satu tokoh masyarakat Situ Gede,mengatakan, Situ Gede sudah ada sejak zaman kolonial.

Dari cerita-cerita orang tua dahulu, Situ Gede sudah menjadi tempat rekreasi masyarakat dan bangsawan di zaman penjajahan.

“Ini sudah ada sejak zaman Belanda, berdasarkan cerita orang tua dulu. Para menak atau bangsawan kolonial sering mengunjungi situ gede karena keindahan alamnya,” papar Nandang kepada Ayotasik.com, Kamis (11/4/2019).

Nandang, yang dianggap kuncen atau sesepuh oleh masyarakat Situ Gede, menambahkan, meskipun sudah banyak penataan dan penambahan fasilitas di Situ Gede seperti gazebo, warung makan, serta perahu, namun pihaknya menolak kehadiran tempat penginapan dan tempat hiburan.

Meskipun diakui Nandang, pada tahun 2000-an pernah ada tempat hiburan yang dibuka oleh investor. Namun, hanya bertahan kurang dari dua minggu karena mendapatkan penolakan keras dari warga.

“Kita menolak adanya penginapan atau tempat hiburan di sini karena konotasinya negatif dan khawatir jadi tempat maksiat. Kita bukan menghalangi investasi tetapi kita berpegang teguh pada kearifan lokal di sini,“ papar Nandang.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar