Yamaha Aerox

Empat Ikan Misterius Diyakini Jaga Situ Gede

  Senin, 15 April 2019   Irpan Wahab Muslim
Gerbang masuk objek wisata Situ Gede di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangukubumi, Kota Tasikmalaya. (Irpan Wahab Muslim/ayotasik.com)

MANGKUBUMI, AYOTASIK.COM -- Situ Gede yang berada di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangukubumi, merupakan salah satu objek wisata andalan di Kota Tasikmalaya. Situ Gede diyakini merupakan objek wisata bangsawan pada zaman kolonial. Pejabat pejabat kolonial penguasa Tasikmalaya saat itu, sering berkunjung dan menikmati keindahan Situ Gede.

Namun dibalik keindahan alam dan kesejukan yang ditawarkan Situ Gede, banyak cerita-cerita mistis yang beredar di kalangan masyarakat selama puluhan tahun. Cerita itu yakni adanya 4 ekor ikan yang diyakini warga sebagai penjaga situ yang mempunyai luas 47 hektare dan kedalaman 6 meter itu. 

Cerita itu datang dari mulut beberapa warga yang tinggal di sekitarnya. Salah satunya Jejen Jaenal (46). Warga Situ Gede yang juga penjual kepala muda itu menuturkan, cerita tentang 4 ikan penjaga Situ Gede ia dapatkan dari beberapa orang tua dulu. Meskipun ia belum pernah melihat secara langsung keberadaan empat ikan berukuran besar tersebut.

"Katanya ini mah, saya juga dapat cerita dari orang tua dulu. Tapi kalau melihat secara langsung belum pernah. Tapi saya sebagai warga asli di sini meyakini itu ada, " kata Jejen kepada ayotasik.com, Senin (15/4/2019).

Jejen yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata di Situ Gede itu mengaku percaya dan yakin dengan cerita-cerita yang berkembang ditengah masyarakar tentang keberadaan 4 ikan berukuran besar itu. 4 itu yakni jenis ikan mas dan ikan deleg (lele raksasa).

"Katanya kalau si kohkol itu matanya melotot dengan kuping seukuran kipas atau Hihid. Badannya itu berukuran lebih dari panjang 10 meter dan lebarnya 5 meter, " papar Jejen.

Sementara itu, tokoh masyarakat Situ Gede yang sudah dianggap sebagai kuncen oleh masyarakat, Nandang Suherman, menuturkan bahwa Si Kohkol, Si Layung, Si Genjreng, dan Si Gendang -nama keempat ikan tersebut- tidak selalu muncul ke permukaan. 

Namun menurutnya, mereka sering muncul dan menampakan diri jika ada pengunjung yangberbicara tanpa adab. Hal itu dibuktikan dengan kejadian pada 1998, saat itu ada pengunjung yang melihat langsung salah satu ikan penunggu situ gede tersebut.

"Saat menampakan diri, warga itu langsung pinsan tidak sadarkan diri. Jadi disini itu tidak boleh ngomong sembarangan, jangan seolah menantang karena suka hadir, " ujar Nandang.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar