A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: recent

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 241

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 241

  
Yamaha NMax

Lipkhas KPPS: Petugas Banyak Meninggal, Syarat Kesehatan Tak Hanya di Atas Kertas

  Rabu, 15 Mei 2019   Irpan Wahab
Grafis pemilu.(Attia)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM--Pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Tasikmalaya harus dibayar mahal dengan meninggalnya 10 warga yang terlibat dalam perta demokrasi itu, 5 di antaranya  merupakan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

Berdasarkan data dari KPU Kabupaten Tasikmalaya, ke-5 KPPS yang meninggal dunia antara lain Jeje Jaenudin (74) Ketua KPPS TPS 02 Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras, Supriyanto (56) Ketua KPPS TPS 11 Desa Cidugaleun Kecamatan Cigalontang, Riyad (53) Ketua KPPS TPS 03 Desa Padakamulyan Kecamatan Bojonggambir, Syifa Sarifah (23) Anggota KPPS TPS 10 Desa Sinagar Kecamatan Sukaratu, dan Dede Sunarya (70) Anggota KPPS TPS 02 Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Masyarakat KPU Kabupaten Tasikmalaya Istianah mengatakan, ke-5 KPPS tersebut meninggal setelah sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Mereka kelelahan setelah melakukan proses pemilihan dan perhitungan suara.

“Jadi setelah beres semua proses pencoblosan dan perhitungan suara, mereka jatuh sakit hingga harus dirawat di rumah sakit. Tetapi akhirnya meninggal dunia. Hanya satu yang meninggal saat proses perhitungan suara yakni atas nama Supriyanto Ketua KPPS TPS 11 Desa Cidugaleun," papar Istianah kepada Ayotasik.com, Rabu (15/5/2019).

Langkah KPU untuk mengurangi beban keluarga yakni memberikan santunan. Dari keterangan pihak keluarga, semua KPPS yang meninggal mempunyai riwayat penyakit berat di antaranya jantung, darah tinggi, dan liver.

“Tapi sebelum proses pencoblosan kondisi mereka sangat sehat," papar Istianah.

Saat ini, lanjut Istianah, KPU sedang mendata jumlah KPPS yang meninggal termasuk lima anggota linmas untuk dilaporkan ke KPU Jabar dan pemerintah pusat. Hal itu dilakukan mengingat adanya informasi akan adanya santunan dari pemerintah.

Sementara untuk jumlah KPPS yang menderita sakit usai pelaksaan pemilu, Istianah mendata sedikitnya ada 161 KPPS yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Namun ada juga sebagian KPPS yang sakit dirawat di rumah masing-masing.

“Yang sakit itu 50 persennya dirawat di rumah sakit, alhamdulilah mereka semua sudah dalam kondisi baik saat ini," tambah Istianah.

Disinggung soal persyaratan saat mendaftar sebagai KPPS, Istianah menegaskan, saat pendaftaran, calon KPPS diharuskan melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter atau puskesmas terdekat. Hal itu sesuai dengan aturan yang berlaku untuk KPPS.

AYO BACA : TPS 07 Desa Jayaratu Pajang Foto Mantan Presiden

“Prosedur saat rekrutmen ditempuh, termasuk melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Kami tentu tidak gegabah dalam rekrutmen KPPS waktu itu. Persyaratan seluruhnya dipenuhi oleh KPPS," ujarnya.

Kelelahan dan Fokus Tidak Ingin Ada Kesalahan

Anggota KPPS TPS 9 Desa Singasari Kecamatan Singaparna Muhammad Asep (33), salah satu anggota KPPS yang jatuh sakit. Saat ditemui dirumahnya, Asep mengatakan, sebelum pelaksaan pencoblosan, ia selalu menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup.

Saat pelaksaan pencoblosan, semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan kesulitan apa pun. Namun, saat itu diperlukan konsentrasi tinggi dan fokus karena tidak ingin ada permasalahan saat pencoblosan.

Setelah pencoblosan selesai pukul 13.00 WIB 17 April 2019, lanjut Asep, proses perhitungan suara diakui membutuhkan waktu sangat panjang. Perhitungan dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir pada pukul 07.00 WIB pada hari berikurnya atau Kamis (18/4/2019).

“Nah tenaga dan fikiran kita itu terkuras saat perhitungan suara. Karena banyaknya surat suara yang harus dihitung yang mencapai lima jenis. Ditengah kondisi badan yang sudah lelah, kita dituntut untuk fokus jangan sampai ada satu suara pun yang terbuang. Jadi wajar setelah itu kondisi kesehatan drop," papar Asep.

Hal yang sama dikatakan oleh Anggota KPPS TPS 01 Desa Sukaasih Kecamatan Singaparna Pipin Nugraha (38).

Dia mengaku sakit pada beberapa persendian dan menderita flu usai proses pencoblosan dan perhitungan surat suara.

Karena saat itu, tenaga dan stamina terkuras setelah prosesnya memakan waktu lebih dari 24 Jam tanpa istirahat yang cukup.

“Waktu itu, kita ingin cepat selesai proses perhitungan karena kondisi sudah sangat lelah. Tetapi di satu sisi kita harus tetap konsentrasi karena tidak ingin ada kesalahan yang nantinya berujung pada persoalan," ujarnya.

AYO BACA : Diduga Kelelahan, Anggota KPPS Meninggal Usai Perhitungan Suara

Harus Ada Evaluasi Tegas

Komisioner Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Divisi Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Ahmad Aziz Firdaus mengharapkan adanya pemenuhan dalam mekanisme prosedur persyaratan administrasi KPPS. Misalnya, pada persyaratan calon anggota KPPS harus sehat jasmani dan rohani, tidak cukup dengan keterangan dari dokter atau rumah sakit.

“Jadi tidak hanya selembar persyaratan administatif, tetapi betul-betul dilakukan pengecekan oleh dokter atau rumah sakit. Syarat itu harus betul betul jadi perhatian khusus agar kejadian serupa tidak terulang kembali dikemudian hari," papar Ahmad Aziz.

Selain pemeriksaan kesehatan yang harus ditempuh dengan benar, tidak ada salahnya juga disediakan pernyataan tentang riwayat penyakit dalam form pendaftaran calon KPPS. Hal ini untuk mengetahui apakah yang bersangkutan itu pernah menderita penyakit berat atau tidak.

“Bisa juga dilakukan kerjasama antara KPU dan dinas kesehatan atau pemerintah daerah, melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh calon KPPS misalnya. Jadi ada keterbukaan dari para pemeriksa, hal ini sebagai langkah antisipasi," papar Aziz.

Bupati Tasik Ingin Aman

Pembina Politik yang sekaligus Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, menyarankan agar pemilu serentak dikaji ulang. Hal ini mengingat banyaknya KPPS yang sakit hingga mencapai 161 orang dan 10 di antaranya meninggal dunia termasuk 5 KPPS. 

“Soal proses waktu dan biaya jangan didahulukan. Jangan pula ada kata mahal untuk sebuah proses yang menjamin rakyat memberikan suaranya secara paripurna. Ingat, kedaulatan negara ada di tangan rakyat. Pemilih berdaulat, negara kuat,” papar Ade beberapa waktu lalu.

Ditambahkan Ade, hak rakyat dalam menentukan pilihannya dijamin konstitusi. Rasa aman, nyaman, tertib, serta partisipasi publik yang tinggi harus diciptakan. Keselamatan juga harus dikedepankan.

“Insya Allah apa yang saya temukan dan dirasakan langsung dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini akan saya sampaikan langsung kepada pemerintah pusat. Penyelenggaraan pemilihan umum ke depan harus lebih aman dan masyarakat nyaman,” kata Ade yang juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya ini.

Meskipun jalannya pemilu diwarnai kabar duka, namun secara umum jalannya pesta demokrasi lima tahunan berjalan lancar.

AYO BACA : Penolakan Terhadap Pilpres Berdampak pada Pileg

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar