A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: recent

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 241

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 241

  
Yamaha NMax

Masjid Agung Manonjaya, Tertua di Tasikmalaya

  Rabu, 15 Mei 2019   Irpan Wahab Muslim
Masjid Agung Manonjaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

MANONJAYA, AYOTASIK.COM—Masjid Agung Manonjaya yang dibangun tahun 1832 oleh Raden Tumenggung Daruningrat atau Wiradadaha VIII—saat Manonjaya menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya yang masih bernama Sukapura waktu itu—masih kokoh berdiri. 

Masjid ini berdiri di tanah seluas 1,5 hektare. Di depan masjid, terhampar lapangan terbuka yakni Alun-alun Manonjaya. Meski udara sangat panas, kita akan merasakan kesejukan saat memasuki area masjid. 

Bangunan Masjid Agung Manonjaya unik dibandingkan dengan bangunan masjid lainnnya. Bangunan masjid ini berasitektur neoklasik dengan perpaduan Sunda, Jawa, dan Eropa. Hal itu dikatakan Zamzam (37) salah satu pengurus Masjid Agung Manonjaya kepada Ayotasik.com, Rabu (15/5/2019).

Zamzam mengatakan, arsitektur tradisional Sunda dilihat dari bagian atap masjid. Kebanyakan, masjid-Masjid di Tasikmalaya menggunakan atap kubah. Namun, Masjid Agung Manonjaya menggunakan atap tumpang tiga. 

"Sementara adaptasi neoklasik Eropa terlihat dari kondisi serambi masjid yang memiliki banyak tiang penyangga," papar Zamzam. 

Arsitektur Eropa pun tampak dari empat menara masjid di sisi kanan, kiri, dan dua di tengah. Menara kanan dan kiri masjid berbentuk segi delapan. Ada enam buah jendela di setiap menara. 

Sementara itu, di ruang utama masjid, terdapat 10 tiang penyangga. Tiang tersebut terdiri atas empat tiang soko guru berbentuk segi delapan, empat tiang penyangga atap di antara tiang soko guru, ditambah dua tiang yang berdiri di depan mihrab.

Selain itu, Masjid Agung Manonjaya memiliki keunikan dari ruang salat khusus untuk perempuan (Pawastren). Ruang ini berada di sebelah selatan tempat salat utama. Ruangan Pawastren hanya memiliki panjang 11,4 Meter dan lebar 3,8 Meter. 

"Pintu masuknya ada tiga, dua dari ruang utama salat dan satu dari serambi masjid. Ini mungkin salah satu keunikan masjid Agung Manonjaya," tambah Zamzam. 

Renovasi Masjid Agung Dilakukan Beberapa Kali

Masjid Agung Menonjaya sudah beberapa kali direnovasi. Namun, bentuk dan keaslinan bangunan tetap dilestarikan karena sudah termasuk cagar budaya. Menurut Zamzam, renovasi pertama kali dilakukan tahun 1952 pada bagian atap masjid dan pelabaran masjid. 

"Awalnya lebar hanya 16 x 16 meter, lalu dilakukan pelebaran jadi 16 x 18 meter. Renovasi ringan juga pernah dilakukan tahun 1972 dan 1992," papar Zamzam. 

Renovasi besar pada Masjid Agung Manonjaya dilakukan pada 2011. Hal ini karena bangunan masjid rusak akibat gempa yang melanda Tasikmalaya pada 2009. Renovasi ini memakan waktu dua tahun.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar