A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: recent

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 242

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 242

  
Yamaha Aerox

Raperda Pendidikan Tidak Akomodasi Honorer

  Rabu, 22 Mei 2019   Andri Ridwan Fauzi
Ilustrasi. (Antara)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM--Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep Abdul Ropik mengatakan, Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya terkesan tidak transparan dalam membahas Raperda Pendidikan Dasar. Hal ini dilihat dari belum diberikannya salinan Draft Raperda yang dipinta sebagai bahan koreksi atau tambahan poin atau pasal dari Raperda itu. 

Permintaan Draft Raperda itu, karena ada masukan dari Forum Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan (FHGTK) tantang keberpihakan kepada guru Honorer dalam Raperda Pendidikan tersebut. Setelah salinan ada, pembahasan mendalam terkait Raperda itu akan dilakukan. 

"Kami kesukitan melakukan koreksi atau penambahkan konten pasal pasal terutama yang berkaitan dengan guru honorer khususnya jika draf nya kita pelajari, kami sudah memiinta tapi belum ada, " kata Asep kepada wartawan, Rabu (22/5/2019).

Sementara itu, Ketua Forum Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan (FHGTK) Kabupaten Tasikmalaya, Tete Suhurman mengatakan, dari kajian singkat dalam Raperda itu tidak mengakomodasi guru honorer. Padahal tugas dan kewajiban yang dipikul honorer jauh lebih berat dibandingkan dengan PNS.

"Kenapa seakan pemerintah itu tidak peduli terhadap Honorer. Kami ini seolah dipandang ada dan tidak ada. Tugas kami ini berat dibandingkan dengan ASN, " papar Tete.

Tete menambahkan, sudah selayaknya dan sepatutnya Honorer diatur dalam sebuah kebijakan pemerintah berupa Perda. Hal ini agar, Honorer jelas mempunyai payung hukum.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ami Fahmi membantah jika Perda Pendidikan Dasar tidak mengakomodasi keinginan Honorer. Ami menegaskan Komisi IV yang dipimpinnya senantiasa mendorong Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan kebijakan agar lebih mengingat dan ada keterjaminan kesejahteraan Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan (HGTK) yang bertugas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Karena selama ini mereka kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Ditambahkan Ami, untuk Kesejahteraan guru honorer dan tenaga kependidikan dapat dicantumkan di Perda Pendidikan, tetapi yang penting tidak berbenturan dengan aturan yang lebih tinggi. 

Berdasarkan Hasil studi banding, hal ini telah dilakukan di beberapa daerah dan ternyata berhasil dalam penerapannya, sehingga kesejahteraaan para guru honorer dan tenaga kependidikan pun meningkat. 

"Komisi IV juga ikut memikirkan kondisi dan kesejahteraan Honorer. Makanya kami kemarin undang Forum honorer dan LBH untuk berdiskusi. Masukannya kami terima dan kami tentu saja sanngat peduli terhadap honorer karena perannya cukup penting di kita karena terbatasnya jumlah guru PNS," pungkas Ami.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar