Yamaha Aerox

Temuan Bawaslu Soal Money Politik Mulai Disidangkan

  Jumat, 21 Juni 2019   Irpan Wahab Muslim
Sidang perdana kasus dugaan money politic pada Pileg 2019 lalu, digelar Pengadilan Negeri (PN) Tasikmalaya, Jumat (21/6/2019). (Irpan Wahab/ayotasik).

TAWANG,AYOTASIK.COM--Sidang Perdana dugaan pelanggaran pidana pemilu berupa politik uang hasil temuan Bawaslu di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya pada masa tenang Pemilu 2019, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tasikmalaya, Jumat (21/6/2019).

Sidang dengan agenda dakwaan dan pembuktian itu, menghadirkan terdakwa yang merupakan calon DPRD Kabupaten Tasikmalaya daerah pemilihan (dapil) 7 Agung Nugraha dari Partai Gerindra. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda membenarkan adanya sidang dugaan pelanggaran pidana di Kecamatan Salawu. Sidang dibuka dengan agenda dakwaan dan pembuktian dari para pihak terkait termasuk saksi fakta dan saksi ahli yang di hadirkan pada proses persidangan. Hanya saja saksi ahli dari Bawaslu berhalangan hadir karena ada agenda dengan Bawaslu Jawa Barat di Sukabumi. 

"Kita sudah mengkonfirmasikan jika dalam persidangan perdana ini saksi ahli Bawaslu berhalangan hadir. Kita pastikan hadir dalam persidangan kedua dengan agenda pembuktian pada Senin besok," tutur Dodi. 

Menurutnya, dakwaan yang dikemukakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya sesuai dengan Undang Nomor 7 mengenai pasal 278 ayat 2 jo pasal 523 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum mengenai pelanggaran tindak pidana pemilu pada masa tenang.

Adapun ketarangan saksi fakta, dalam hal ini disampaikan oleh Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Desa Sukarasa dan koordinator desa Kecamatan Salawu yang di antaranya dari 10 saksi fakta yang diundang, hanya 1 saksi yang tidak hadir. Dengan pembahasan meminta keterangan  saksi fakta yang terkait peristiwa hukum dan perkara yang terjadi di Kecamatan Salawu. 

Sedangkan pembahasan saksi ahli dalam hal ini Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya, terkait keterangan duduk perkara dan peristiwa hukum yang terjadi, serta pembahasan terkait landasan Undang-Undang Nomor 7 mengenai pasal 278 ayat 2 jo pasal 523 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum mengenai pelanggaran tindak pidana pemilu pada masa tenang.

"Hari Senin besok kita pastikan hadir dalam persidangan kedua sesuai instruksi pihak PN. Untuk saksi ahli dari pihak Bawaslu kita hadirkan tiga orang yakni Mohammad Abduh (anggota Bawaslu), Dr. Dede Kania (Dosen UIN Sunan Gunung Jati) dan Dwi Cahyadi, SH, MH (Ketus STHG)," ujar Dodi.

Persidangan itu terkait dengan dugaan politik uang terjadi di Dapil 7, tepatnya di Kecamatan Salawu dilakukan oleh salah seorang calon DPRD Kabupaten Tasikmalaya, dengan jumlah nominal uang yang dibagikan sebesar Rp17.800.000. 

"Kasus dugaan politik uang ini,  ditemukan Bawaslu pada masa tenang sebelum pencoblosan Pileg dan Pilpres 17 April 2019 lalu yang diduga melibatkan salah saru caleg dari partai Gerindra dengan nominal Rp20 ribu-Rp50 ribu/orang," tandasnya. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar