Yamaha Aerox

Tulisan Arab SKPD Kabupaten Tasik Dinilai Keliru

  Selasa, 25 Juni 2019   Irpan Wahab Muslim
Penulisan arab dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menuai kontroversi. (Irpan Wahab/ayotasik).

SINGAPARNA,AYOTASIK.COM--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya memiliki ciri khas dan karya yang unik, yakni setiap nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bukan hanya menggunakan bahasa Indonesia, tapi juga bahasa arab.

Tetapi jika ditelaah dengan seksama dan dicermati berdasarkan kaidah arab, dalam tulisannya terdapat kekeliruan. Salah satunya penulisan Dinas yang mengandung dua versi. Versi pertama, tulisan Arab di Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan Kantor SKPD lainnya menggunakan hurus Dal, Ya, Nun dengan Alif dan Sin.

Sedangkan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta SKPD lainnya kata Dinas ditulis dengan huruf dal, ya, nun dan sin. Tidak ada alif pada tulisan dinas tersebut.

Hal ini mendapatkan tanggapan dari Dosen Mata Kuliah Imla dan Trans Literasi IAIC Kabupaten Tasikmalaya Asep M Tamam. Asep menilai banyak kekeliruan dalam tulisan arab nama SKPD.

“Bukan salah, tapi tidak sesuai dengan kaidah ilmu Imla, ” ujar Asep kepada wartawan, Selasa (25/6/2019. 

Dijelaskan Asep, untuk penulisan Bahasa Indonesia dengan huruf Arab, ada namanya Imla yang mengacu Arab Pegon. Terkait tulisan di kantor SKPD menurutnya cenderung asal-asalan. 

“Ini banyak keliru, tentu bagi yang tak paham pasti tidak mengerti. Padahal menulis Bahasa Indonesia ke tulisan arab harus sesuai kaidahnya,” jelasnya.

Ditambahkan Asep, ilmu Imla yang mengacu pada Arab Pegon, penulisan kata “dinas” yang tepat yakni dal, ya, nun dengan alif dan sin. Adanya huruf alif menunjukkan nun di situ dibaca na. 

“Kalau tidak pakai alif, bisa dibaca dinis atau dinus karena tidak jelas,” tambahnya.

Bukan hanya pada penulisan kata Dinas, kekeliruan juga terletak di penulisan kata Badan di kantor BPPD dan BPKAD, tertulis huruf arab ba, dal, alif dan nun. 

“Kalau berdasarkan Arab Pegon, setelah ba itu harus ada alif, seperti setelah dal,” tutur Asep.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Heri Sogiri mengiyakan jika dikantornya nama Dinas dibubuhi tulisan arab. Penembahan tulisan arab itu merupakan imbauan Uu Ruzhanul Ulum saat menjabat Bupati Tasikmaalaya. Pengerjaannya kata Heri, tidak dilakukan oleh satu dinas. Melainkan dikerjakan masing-masing SKPD. 

Ditanya ada tidaknya kajian terlebih dahulu dalam penulisan arab tersebut, Heri mengaku tidak ada. 
“Perasaan tidak ada, tapi tidak tahu kalau yang lain,” terang Heri.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Tasikmalaya Aziz Priyadi menuturkan, pembuatan tulisan arab disamping tulisan latin berbahasa Indonesia di setiap SKPD dilakukan tahun 2017. Pembuatannya dilakukan oleh tim ahli bahasa yang disiapkan pemerintah.

"Tujuannya itu, untuk mengenakan kearifan lokal. Memang ini kebijakan pak Uu waktu itu. Oleh tim ahli yang ditunjuk pemerintah, kita sebagai pegawai tidak tahu soal kaidah itu," pungkas Aziz.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar