Yamaha Aerox

Jalan Rusak 10 Tahun Kalah Prioritas Ketimbang Biaya HUT Tasik yang Fantastis

  Selasa, 09 Juli 2019   Irpan Wahab
Kondisi jalan di perbatasan Tasik-Garut yang rusak parah. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Rencana kebutuhan anggaran peringatan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-387 yang jatuh pada 26 Juli mendatang senilai Rp 2,2 Miliar mendapatkan kritikan dari berbagai kalangan.

Selain nilai kebutuhan yang dirasa cukup besar, di sisi lain jumlah itu membawa ironi di tengah kondisi infrastruktur yang perlu segera dibenahi. Misalnya pada jalan yang rusak, rumah tidak layak huni, dan mangkraknya sejumlah pembangunan.

Kondisi itu seperti terlihat pada jalan perbatasan antara Kabupaten Garut dan Tasikmalaya di Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang. Jalan penghubung itu dalam kondisi rusak. Jalan yang idealnya mulus dan beraspal justru dipenuhi bebatuan berukuran kepalan tangan. Kondisi ini sudah berlangsung kurang lebih selama 10 tahun.

"Ya begini kondisinya, padahal itu jalan perbatasan Kabupaten yang merupakan wajah Kabupaten Tasik dengan Kabupaten lain. Harusnya pemerintah mengolasikan anggaran fokus pada pembenahan jalan rusak dibanding perayaan hari jadi yang meriah," papar Uus Kusnanti warga Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Selasa (9/7/2019).

Hal senada dikatakan tokoh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Teten Sudirman. Teten menilai, meski dipandang wajar perayaan dibuat meriah pada tahun ini, namun harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah. Jangan sampai, anggaran untuk perayaan hari jadi mengalahkan anggaran untuk pembangunan yang merupakan kepentingan publik.

"Jika peringatan hari jadi dibuat meriah, tapi disisi lain kepentingan masyarakat terabaikan ini akan menjadi ironi," papar Teten.

Teten mengharapkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya digelar seefisien mungkin dan tidak mengeluarkan anggaran banyak, terlebih hanya untuk acara seremonial.

Dihubungi terpisah, tokoh pemuda Kecamatan Singaparna Dede Farhan menuturkan, kepentingan masyarakat banyak harus mempunyai posisi teratas dibandingkan dengan kepentingan perayaan hari jadi yang fantastis.

Justru, lanjutnya, hari jadi harusnya dijadikan momentum refleksi apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk masyarakat.

"Jangan jadi ajang ceremonial yang menelan biaya miliaran. Harusnya dijadikan moment evaluasi, sejauh mana kehadiran pemerintahan ditengah kesulitan masyarakat," pungkas Dede.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar