Yamaha Aerox

Petani Desa Manggungsari Tak Khawatir Musim Kemarau Berdampak pada Sawah

  Rabu, 10 Juli 2019   Irpan Wahab Muslim
Kincir air yang dimanfaatkan petani Sukasirna di Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, untuk mengairi sawah. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

RAJAPOLAH, AYOTASIK.COM -- Para petani Sukasirna di Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, tak khawatir ancaman sawah puso saat musim kemarau tahun ini. Mereka mengaku mempunyai metode pengairan sawah yang akan bertahan meskipun banyak wilayah tengah dilanda kekeringan. Solusi itu tercipta lantaran adanya alat yakni kincir air. 

"Alhamdulilah manfaat ada kincir air. Jadi tidak khawatir gagal panen. Kalau perawatan ya sama petani juga. " ujar salah seorang petani setempat Omni Romli kepada Ayotasik.com, Rabu (10/7/2019).

Ia mengatakan, keberadaan kincir air itu sangat dirasakan menfaatnya oleh para petani. Area persawahan tetap terairi meskipun musim kemarau. Disamping itu karena adanya kincir air, pengairan area persawahan dinilai lebih murah dan efektif jika dibandingkan dengan menggunakan mesin pompa yang membutuhkan bahan bakar.

Dodo Hadori, seorang anggota kelompok tani Desa Manggungsari mengatakan bahwa biasanya musim kemarau menjadi momok para petani. Namun warga setempat melihat potensi Sungai Citanduy sehingga dibuat kincir air.

Tak tanggung-tanggung, warga secara bergotong royong membuat kincir air itu sebanyak delapan buah. Usut punya usut ilmu membuat kincir air untuk pengairan sawah itu sudah ada sejak lama, alias ilmu turun temurun.

Dodo menambahkan, meskipun ada dua irigasi di wilayah mereka, namun saat musim kemarau air sulit didapatkan. Para petani akhirnya bersepakat memanfaatkan sumber air dari Sungai Citanduy karena masih deras dengan bantuan kincir air.

"Irigasi ada, tapi kalau kemarau mah airnya kering. Kita bergotong royong sama-sama, bahannya bambu dan kayu. Jadi Pengairan dibantu sama kincir," terangnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar