Yamaha Aerox

Olahan Makanan di Tasik Masih Minim Izin dan Label Halal

  Rabu, 10 Juli 2019   Dede Nurhasanudin
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Heri Sogiri. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Jumlah produk industri rumahan (home industry) di Kabupaten Tasikmalaya yang sudah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan label halal terbilang minim. Hal ini diduga lantaran rumitnya pengurusan kedua izin tersebut.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan dari 15.000 produk industri rumahan yang ada, sekitar 35-40% saja yang telah mendapatkan P-IRT dan label halal. Sebagian sisanya kini tengah berjuang mendapatkan legalitas dari pemerintah terkait dan sebagian lagi terpaksa menjual produknya karena terbentur tidak memiliki kedua izin tadi.

"Masih jauh, baru 35-40% dari 15 ribu lebih total home industry. Tapi kebanyakan mereka ini tidak langsung jual, tetapi dititip ke orang. Sebab ketik semua home industry harus bikin, modalnya harus berapa, kita mengajukan sertifikat label halal saja sekitar Rp2,5 juta," jelas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Heri Sogiri kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Ijin P-IRT selama ini bisa dilakukan di Dinas Indag kabupaten/Kota, akan tetapi untuk mengurus sertifikat label halal itu dikeluarkan oleh MUI tingkat provinsi. Sehingga pemilik home industry rata-rata mengaku enggan ribet mengurus perijinannya. Sebab nantinya tim MUI dan BPOM bakal kembali lapangan memverifikasi produk yang diajukan pengusaha.

Alasan lainnya yakni hal teknis seperti biaya transportasi. Hal ini dinilai sangat menyulitkan dan pengusaha enggan untuk menempuh.

"Kendalanya proses, pengusaha tidak mau mengurus perizinan karena takut ribet," tambah Heri.

Melihat kondisi itu, kata Heri, pihaknya mencoba memfasilitasi para pelaku home industry untuk mengurus perizinan mereka. Hal itu diyakini bakal membantu meningkatkan dan memperluas penjualan produk.

"Tahun kemarin kami sudah bantu 60 home industry yang sudah mendapatkan sertifikat halal. Namun sertifikat halal ini hanya berlaku 3 tahun dan harus diverifikasi ulang kembali," terang Heri.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar