Pemkab Tasik Belum Maksimal Beri Pelayanan Sarana Prasarana Bangunan Pendidikan

- Rabu, 28 September 2022 | 18:32 WIB
Karena Ruang Kelas Ambruk dan Rusak, Kegiatan belajar siswa SD Bojongkapol Digelar di Tenda Darurat (Istimewa)
Karena Ruang Kelas Ambruk dan Rusak, Kegiatan belajar siswa SD Bojongkapol Digelar di Tenda Darurat (Istimewa)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM - Kabupaten Tasikmalaya hingga saat ini belum maksimal menyediakan sarapa prasarana bangunan pendidikan yang layak dan memadai. Hal itu dilihat dari banyaknya kerusakan bangunan ruang kelas, bangunan yang sudah lapuk sehingga menyebabkan bangunan ambruk.

Bahkan, anggaran untuk perbaikan pembangunan kelas baru tidak sebanding dengan jumlah sekolah rusak yang terus bertambah. Pemerintah daerah hanya mengandalkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan sekolah rusak. Sementara anggaran daerah sama sekali tidak mampu menanggulangi kerusakan bangunan sekolah yang jumlahnya mencapai ratusan lokal.

Dilansir berbagai sumber, pada tahun 2022 sudah terjadi lima kejadian bangunan sekolah yang ambruk. Rata-rata kasusnya akibat faktor usia bangunan yang telah lapuk dan tidak mampu lagi menopang beban berat bangunan. Ada pula bangunan sekolah yang rusak berat akibat faktor alam dan cuaca.

Tentunya, hal ini sangat menggangu aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para siswa, yang akhirnya terpaksa harus mengungsi ke bangunan lain atau memakai tenda darurat.

Baca Juga: Ini tempat Prioritas Penanganan Bencana Di Kota Tasik

Gedung sekolah yang ambruk pada tahun 2022 ini diantaranya, dua lokal kelas gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cikurawet di Desa Pasirmukti Kecamatan Cineam pada Sabtu 19 Februari 2022 lalu. Ruang kelas ambruk akibat faktor usia bangunan yang sudah puluhan tahun tidak diperbaiki.

Selanjutnya. enam lokal bangunan kelas SDN Bojongkapol Kecamatan Bojonggambir kondisinya sangat memprihatinkan. Pada Jumat 22 Juni 2022, bangunan yang tersisa ambruk dan tidak bisa pergunakan. Akhirnya 150 siswa mereka terpaksa harus belajar di tenda darurat. Kondisi ini sudah terjadi hampir setahun, namun hingga kini belum ada upaya perbaikan bangunan.

Bangunan kelas 3 dan ruang guru SDN 1 Puspahiang pada Kamis 16 Juli 2022 juga ambruk. Sehingga dua ruangan tersebut tidak bisa dipergunakan kembali. Para siswa dan guru kemudian mengungsi ke ruangan lain yang masih cukup layak ditempati. Meski kondisi bangunan lainnya pun tidak terlalu baik.

Baca Juga: bank bjb Raih Penghargaan Top 100 Most Valuable Brands 2022

Halaman:

Editor: Irpan Wahab Muslim

Tags

Terkini

Kurang Dari 6 Jam, Tasik Diguncang 3 Kali Gempa

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:01 WIB

Gempa Garut Rusak Rumah Lansia di Tasikmalaya

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:35 WIB

Kota Tasikmalaya Diguncang Dua Kali Gempa

Minggu, 4 Desember 2022 | 09:46 WIB

Gempa Garut Dirasakan Di Tasikmalaya, Warga : Kaget

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:09 WIB
X