Yamaha Mio S

Dua Tahun Terakhir, Omzet Kelom Geulis Tasik Anjlok 50%

  Senin, 09 Januari 2017   Andres Fatubun
Kelom Geulis Tasimalaya. Fajar Sukma/AyoBandung

TASIK, AYOTASIK.COM -- Pengrajin dan pengusaha Kelom Geulis Tasikmalaya keluhkan penurunan omzet hingga 50% dalam dua tahun terakhir. Putri Pemilik Usaha Kelom Geulis Kayungyun, Yani Supiani, mengatakan usaha miliknya cenderung menurun 50%-60%. 

“Kami terus berinovasi, tapi tidak tahu kenapa dua tahun terakhir omzet menurun terus,” katanya saat ditemui Ayotasik, Senin (9/1/2017). 

Menurutnya, penjualan Kelom Geulis kini lebih banyak ke luar Pulau Jawa seperti Bali, NTT, Kalimantan, Pekanbaru, Medan dan lain-lain. Itupun masih hitungan jari dan via online. 

“Dulu dalam satu bulan omzet bisa mencapai Rp60 juta. Itupun banyaknya dari permintaan pelanggan baik luar maupun dalam daerah. Tidak perlu dipasarkan,”tuturnya. 

Yani menuturkan Kelom Geulis terus mengalami perubahan. Kini, Kelom Geulis bisa ditemukan dalam dua jenis. Pertama, yang model asli dengan ornament motif ukir, bordiran, airbrush, bunga, wayang atau manusia dan lain-lain. Kedua, yang jenis modern, yaitu Kelom Geulis dengan desain sederhana sederhana dan polos. 

“Biasanya yang paling banyak minat Kelom Geulis modern itu daerah Jakarta dan Bandung,” ungkapnya. 

Ia menambahkan ada dua jenis Kelom Geulis yang jadi inovasi di tokonya dan tidak ada di tempat lain. Yakni, Kelom Geulis dari kayu damar dan Kelom Geulis osin. 

“Kayu Damar dipilih karena lebih cerah. Kedua jenis ini kami siapkan untuk ekspor karena harganya juga lebih mahal,” katanya. 

Yani mengatakan harga Kelom Geulis yang dipatok di tokonya jalan Tamansari Tasikmalaya ini berada dikisaran harga Rp 50.000-Rp 85.000. Murah mahalnya harga Kelom Geulis dilihat dari tinggi ukurannya. 

“Paling tinggi 11 cm,” ucapnya. 

Yani berharap, pemerintah Pemprov Jabar lebih serius memperhatikan usaha Kelom Geulis ini. Sebab, Kelom Geulis adalah warisan kerajinan khas daerah Tasikmalaya yang harus dijaga. 

“Misalnya ada kebijakan dari pemerintah hari kamis Nyunda. Sehingga, banyak lagi yang menggunakan Kelom Geulis,” harapnya. (Fajar Sukma)

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar