Yamaha

Pemkot Tasik Pacu Perlindungan Cagar Budaya

  Jumat, 17 Februari 2017   Adi Ginanjar
Logo Pemkot Tasik

TASIK, AYOTASIK.COM--Disparbudpora Kota Tasikmalaya terus berupaya menyelamatkan situs-situs cagar budaya yang terpendam di kota itu. Salah satunya Situs Sumur 7 Lagu Sarang Sakheti yang berada di Ciseeng Kecamatan Kawalu.

Lokasi ini berupa makam-makam para leluhur yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan pondok pesantren. Namun, hingga kini lokasi tersebut belum masuk daftar bangunan cagar budaya yang sudah diresmikan Balai Arkeologi.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kota Tasikmalaya Uum Umayah mengatakan pihaknya sudah survei ke lokasi. Bahkan melakukan wawancara dengan sejumlah narasumber yang mengetahui asal usul lokasi tersebut. Rencananya, situs ini akan diajukan ke Balai Arkeologi untuk ditinjau dan diteliti kebenarannya.

"Ya kami sedang mengusulkan anggarannya dulu. Banyak situs yang ingin kami tetapkan sebagai cagar budaya di Kota Tasikmalaya ini," katanya kepada AyoTasik, Jumat (17/2/2017).

Uum menuturkan berdasarkan data yang diperoleh, konon dulu tempat ini pernah berdiri sebuah Pondok Pesantren Padepokan Paseban Sukafura yang dipimpin oleh Cucu Kanjeng Sunan Gunung Jati Cirebon yang bernama Pangeran Syech Santana pada 1575-1735.

Syech Santana ini merupakan anak dari Mochamad Arifin/Adipati Pasarean dan Ratu Nyawa putri Raden Fatah raja pertama Mataram. Dia juga merupakan teman dari Syech Abdul Muhyi Pamijahan Safarwadi.

"Menurut kabar dari masyarakat tempat ini sangat anker," ucap Uum.

Padahal, ujar dia, bukan anker tapi banyak para penjaga yang menjaga kemurnian tempat pondok ini.

Uum menyebutkan adapun makam leluhur yang ada di pondok pesantren tersebut yaitu makam Pangeran Syech Santana dan istrinya Raden Nyimas Dewi Anggrek, Raden Lodra Kencana, Raden Buana, Raden Buyut Manggala, Raden Raksa Guna, Senopati Cirebon Safta Raga, Kanjeng Sunan Nursajati, dan Prabu Namanggala.

Kabarnya, dari paseban inilah lahir para Bupati Sukafura atau para dalem Sukafura yang memberi nama Galunggung menjadi Sukafura dan Tasikmalaya hingga saat ini. (Fajar Sukma)

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar