Yamaha

200 Perusahaan di Tasik Belum Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan

  Senin, 20 Februari 2017   Adi Ginanjar
Logo BPJS Ketenagakerjaan

TASIK, AYOTASIK.COM--Sekitar 200 perusahaan swasta di Kota Tasikmalaya belum terdaftar di BJPS Ketenagakerjaan.

Menanggulangi hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tasikmalaya bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Negeri Kota Tasikmalaya untuk menekan secara hukum.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya Andri Rubiantara mengatakan karena sudah bekerja sama dengan Kejari maka pihaknya berhak melakukan surat peringatan pertama sampai ketiga. Lalu pemanggilan bagi perusahaan yang belum mendaftarkan para tenaga kerjanya. Hal ini dilakukan karena semua usaha harus dilindungi.

"Baik itu yang mikro, menengah, maupun besar," katanya kepada AyoTasik, Senin (20/2/2017).

Andri menuturkan dalam rangka upaya meningkatkan dan memaksimalkan peranan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Tasikmalaya, maka pihaknya bergandengan tangan dengan dinas terkait. Salah satunya Dinas Koperasi UMKM Perindag Kota Tasikmalaya.

"Di dinas ini kan ada banyak koperasi yang dinaunginya. Harapannya, mereka bisa menjadi peserta BPJS," ucapnya.

Di Garut saja, sudah ada 500 anggota yang daftar melalui koperasi Dinas Perhubungan. Termasuk para petugas parkir. Bahkan salah satu dari mereka sudah mendapat santunan kematian sebesar Rp24 juta meski baru enam bulan menjadi anggota.

"Bayangkan saja Rp16.800 dikali enam tapi dapat santunan Rp24 juta," ungkapnya.

Andri berharap semua masyarakat Tasik bisa sadar hukum dan peduli pada BPJS Ketenagakerjaan dengan cara mendaftarkan diri menjadi anggota.

Sebab, BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan lembaga sosial yang dibentuk melalui program pemerintah yang tidak menghitung jumlah iuran dengan santunan yang diberikan.

"Jangan sampai yang susah tambah susah, jangan sampai setelah kejadian mereka cuman dapat bantuan sukarela. Kalau di BPJS Ketenagakerjaan haknya jelas," tegasnya. (Fajar Sukma)

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar