Yamaha

Pemkot Tasik Genjot Lahirnya Balai Pelatihan Tenaga Kerja

  Jumat, 24 Februari 2017   
Ilustrasi -- Pengrajin kulit menyelesaikan pembuatan dompet pada ruang kerjanya di Jakarta, Selasa (7/4). Menurut Indonesia Marketing Association industri kreatif jenis digital maupun nondigital sangat layak dikembangkan di Indonesia karena mememiliki daya tahan terhadap resesi ekonomi. (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

TASIK, AYOTASIK.COM -- Minimnya minat warga untuk menjajaki dunia industri kreatif di Tasikmalaya, jadi tantangan serius para pengusaha sektor industri kreatif. Mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Tasik terus menggenjot lahirnya Balai Pelatihan Tenaga Kerja di kota santri ini.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindag Kota Tasikmalaya, Tantan Rustandi mengatakan pihaknya sering mendapat keluhan dari para pengusaha industri kreatif mengenai minimnya minat masyarakat menggeluti bidang tersebut. Mayoritas justru lebih tertarik bekerja di sektor perdagangan. Baik jadi pelayan toko ataupun yang lainnya.

"Coba saja pemuda atau pemudi zaman sekarang disuruh membordir, pasti enggak akan mau. Itu tantangannya," kata Tantan kepada AyoTasik, Jumat (24/2). Ia melanjutkan, masalah sumber daya manusia ini adalah yang paling krusial dalam pengembangan industri kreatif di Tasikmalaya.

“Jika pengusaha kekurangan modal bisa hubungi bank. Atau, jika kekurangan bahan baku, para pengusaha bisa datang ke supplier. Butuh mesin tinggal ke dealer. Lah, kalau butuh manusia harus kemana?” ujar Tantan.

Kurangnya sumber daya manusia itulah yang membuat Pemkot Tasik membangun Balai Pelatihan Tenaga Kerja. Tantan pun menuturkan bahwa sebenarnya rencana pembangunan Balai Pelatihan Tenaga Kerja ini sudah muncul sejak tahun lalu.

"Nantinya mereka akan dilatih dari A sampai Z. Jadi, ketika pengusaha butuh, mereka sudah siap. Apapun keahliannya," tutur Tantan.

Tantan menjelaskan peserta pelatihan ini nantinya didatangkan berdasarkan rujukan pengusaha. Jadi, mereka yang menemukan minatnya masing-masing.

"Kita bisa saja ambil anak jalanan, pengemis dan lainnya. Tapi, pertanyaannya mereka minat tidak. Kalau tidak, tentu akan percuma," ujarn Tantan.

(Fajar Sukma)

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar