Yamaha

Kasus KDRT di Kota Tasik Alami Penurunan

  Minggu, 16 April 2017   
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

TASIK, AYOTASIK.COM -- Angka kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tasikmalaya turun sekitar 35 persen di tahun 2016 lalu. Angka ini didapat berdasarkan perbandingan jumlah perkara yang terjadi di tahun 2015 dan 2016.

Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Perempuan DPPKBP2A Kota Tasikmalaya, Noneng Rosmayanti mengatakan sejumlah 85 kasus KDRT terjadi pada tahun 2015. Sedangkan pada tahun 2016 lalu, sejumlah 52 kasus KDRT telah terjadi. Artinya, setiap tahun, angka KDRT ini mengalami penurunan.

"Tahun 2017 ini hingga Maret lalu baru ada 5 laporan kasus yang masuk ke kami," kata Noneng kepada AyoTasik, baru-baru ini.

Noneng menuturkan, dari sekian kasus yang terjadi, motif kekerasan ini didominasi oleh urusan ekonomi. Selain itu, tidak jarang juga terkait kasus perselingkuhan.

"Kasusnya macam-macam. Ada perebutan hak asuh anak, ada kekerasan suami pada istri, ada kasus kekerasan orang tua pada anak atau sebaliknya dan lain-lain," jelas Noneng.

Menurut Noneng, setiap perkara yang masuk ke dinas sebisa mungkin agar penyelesaiannya dilakukan secara kekeluargaan dengan cara dimediasi oleh pihak Pemerintah Kota. Namun, seandainya kasusnya sudah masuk ke kepolisian, tentu itu sudah menjadi ranah hukum.

"Tidak semua pelapor berani menceritakan motif kasusnya seperti apa. Sebab, itu kan masalah rumah tangga," tutur Noneng.

Noneng menerangkan, dalam upaya menurunkan angka KDRT di Kota Tasikmalaya, pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan, pihaknya pun menyediakan kader di setiap kelurahan, khusus untuk menangani urusan perlindungan anak dan perempuan. "Intinya kami lebih condong pada upaya pencegahan dari pada penanganan kasus yang sudah terjadi. Sebab, mencegah lebih baik dari pada mengobati," jelasnya.

Selain itu, angka KDRT pun cukup juga dipengaruhi oleh pernikahan dini. Sebab, kata Noneng, jika usianya belum cukup matang, maka akan sulit bagi mereka untuk mengendalikan emosi. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Tasikmalaya kini tengah menggalakkan program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).

"Kami juga berkolaborasi dengan salah satu komunitas remaja untuk terus mensosialisasikan program PUP ini," tutup Noneng.

(Fajar Sukma)

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar