Yamaha

Jabar Pacu Peningkatan Produktivitas Karet

  Selasa, 25 April 2017   Adi Ginanjar
Sekda Jabar Iwa Karniwa saat membuka pelatihan dan pembekalan teknis bagi petani karet yang tergabung dalam Asosiasi Petani Karet Indonesia atau Apkarindo di Koperasi Produksi Perkebunan Karet Wangunwati Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (25/4/2017).(Fajar/AyoTasik)

TASIK, AYOTASIK.COM—Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan tingkat produktivitas karet di tingkat petani masih cukup rendah.

 

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan rendahnya produktivitas karet dipicu banyaknya pohon sudah tua serta rusak.

“Faktor penggunaan bibit karet pada perkebunan rakyat yang tidak menggunakan klon unggul memicu rendahnya produktivitas,” ujarnya saat membuka pelatihan dan pembekalan teknis bagi petani karet yang tergabung dalam Asosiasi Petani Karet Indonesia atau Apkarindo di Koperasi Produksi Perkebunan Karet Wangunwati Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (25/4/2017).

Agar produktivitas karet semakin terkerek maka perlu upaya percepatan peremajaan pohon serta pengembangan di industri hilir.

Iwa beralasan selama ini komoditas karet mampu memperluas kesempatan kerja, peningkatan devisa, serta pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Saya menyambut baik penyelenggaraan pelatihan yang diselenggarakan Apkarindo sebagai upaya langkah positif untuk meningkatkan produksi karet,” ujarnya.

Perkebunan karet di Jabar sebagian besar berada di wilayah selatan antara lain Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Sukabumi. Sebagian lagi berada di Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bogor.

"Pemerintah pusat telah menetapkan sasaran pengembangan industri pengolahan karet berupa industri berskala kecil, menengah, dan besar," ujarnya.

Dalam jangka menengah, pihaknya ingin mutu bahan olahan karet sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), terpeliharanya kestabilan harga di tingkat petani, dan tumbuhnya industri pendukung.

"Sedangkan dalam jangka panjang, target pengembangan industri karet membuat Indonesia sebagai produsen karet olahan nomor satu dunia,” katanya.

Merujuk data Dinas Perkebunan Jabar, luas perkebunan karet di Jabar pada periode 2012 hingga 2015 mengalami peningkatan dari 13.472 hektare  (ha) menjadi 15.486 ha. Namun, luas perkebunan karet cenderung mengalami tren penurunan dari 5.194 ha pada 2012 menjadi 4.989 ha pada 2015.

"Pada akhirnya tidak mendorong petani untuk meningkatkan produksinya," ujarnya.(Fajar Sukma)

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar