Yamaha Aerox

Melongok Eksistensi Mendong Asal Purbaratu

  Sabtu, 11 Mei 2019   Irpan Wahab Muslim
Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu, merupakan satu wilayah yang menjadi sentra penghasil tikar mendong.

PURBARATU, AYOTASIK. COM--Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu, merupakan satu wilayah yang menjadi sentra penghasil tikar mendong. 

Kerajinan tangan berbahan baku mendong ini sudah ada sejak awal abad ke-20. Meskipun jumlah perajin tikar mendong berkurang, namun keberadaan tikar mendong masih eksis di pasaran. Salah satunya yakni hasil produksi dari pengrajin tikar mendong bernama Eje Zaenal (52).

Ditemui di rumahnya, Eje menuturkan perjalanan produksi tikar mendong mengalami pasang surut. Namun dalam ingatan Eje, periode tahun 1980 - 1990-an tikar mendong berada di puncak kejayaan. Pesanan bukan hanya datang dari wilayah Tasikmalaya, namun juga datang dari kota besar termasuk luar Pulau Jawa. 

"Kalau di sini sudah zaman dulu mungkin pada masa kolonial. Masa keemasan antara tahun 80-an. Itu hampir seluruh rumah produksi tikar mendong," papar Eje, Sabtu (11/5/2019).

Namun belakangan, dengan masuknya tikar yang berbahan plastik membuat keberadaan tikar mendong tergeser. Banyak warga yang memilih tikar plastik karena awet dan tahan lama. Akibat pesanan terus menurun, banyak perajin tikar mendong yang gulung tikar. 

Lambat laun, keberadaan perajin mendong di Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu semakin berkurang. Bukan hanya di wilayah Purbaratu, imbas dari serbuan produk luar menghapus keberadaan perajin mendong di Kecamatan Cineam dan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. 

"Sekarang paling ada beberapa orang, termasuk saya di sini. Saya juga berusaha tetap produksi di tengah banyaknya produk luar masuk," tambah Eje. 

Selain serbuan produk tikar dari luar, sulitnya mencari penenun tikar juga menjadi penyebab berkurangnya pengrajin tikar mendong. Saat ini, penenun tikar mendong didominasi oleh warga yang berusia 45 tahun ke atas. 

"Mungkin menenun mendong itu tidak keren, jadi tidak ada generasi muda yang ingin belajar. Ini juga salah satu kesulitan kita sebagai perajin. Regenerasi mulai tidak ada," papar Eje. 

Eje menilai, jika mengandalkan tikar mendong warga tidak akan mendapatkan keuntungam yang lebih. Makanya, tidak sedikit warga yang membuat produk lain seperti topi dan keranjang berbahan  dasar mendong. 

Sementara untuk pengiriman tikar mendong dari Purbaratu, lanjut Eje, kebanyakan dikirim ke daerah Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan kota besar lainnya di Indonesia.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar