Yamaha Aerox

Dampak Kemarau Mulai Terasa, Debit Air di Menurun

  Rabu, 12 Juni 2019   Irpan Wahab Muslim
Warga Desa Cibalanarik Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya membawa air dari masjid terdekat.

TANJUNGJAYA, AYOTASIK.COM--Dampak kemarau mulai terasa di wilayah Kabupaten Tasikmalaya salah satunya Kampung Rengrang Desa Cibalanarik Kecamatan Tanjugjaya. Meski belum mengalami krisis, namun debit air bersih mulai menyusut.

Penurunan debit air itu, terjadi sejak awal Ramadan. Sumur bor yang rata-rata mempunyai kedalam 20 hingga 30 meter sudah menyusut. Hal ini dilihat dari debir air bersih yang dihasilkan. Sebelum musim kemarau, sumur bor bisa mengisi tangki penampungan berukuran 500 liter. 

"Tapi sekarang jarang penuh, saya ada dua penampungan berukuran sama, paling yang ke isi cuma satu penampungan," ungkap Rubul Aziz (36) salah satu warga Rengrang kepada Ayotasik.com, Rabu (12/6/2019).

Ditambahkan Rubul, tiap musim kemarau daerahnya selalu kekeringan dan krisis air bersih. Terlebih jika musim kemarau cukup panjang. Hal ini karena, wilayah Rengrang berada di ketinggian.

"Apalagi tahun kemarin waktu kemarau lebih dari 7 bulan, sudah kering. Warga hanya mengandalkan air dari sungai. Itu pun harus bawa ke bawah," papar Rubul.

Hal yang sama dikatakan Aris Muhammad (34). Aris menuturkan, debit air bersih mulai menurun karena kemarau yang terjadi tahun ini. 

Aris mencontohkan, saat debit air normal, penampungan air di masjid berukuran 300 liter selalu penuh dalam durasi 30 menit. 

"Kalau sekarang tiga puluh menit itu hanya terisi setengahnya saja. Ada juga warga yang mulai membawa air ke sungai. Terutama yang tidak mempunyai sumur bor dan biasa mengambil dari masjid," papar Aris.

Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Wawan Ridwan Efendy menuturkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan kekeringan maupun krisis air bersih dari masyarakat. 

"Belum ke kita belum ada laporan. Kalaupun sudah ada kita siap memasok air bersih koordinasi dengan PDAM," papar Wawan.

Hal senada dikatakan Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Ahmad Sahroni. Ia menuturkan, kemarau yang terjadi saat ini belum berdampak pada area pertanian. Debit air untuk pertanian masih terbilang aman dan cukup.

"Untuk pertanian dampaknya belum terasa, tapi mudah-mudahan segera turun hujan. Kemarin prediksi katanya bulan September dan Oktober sudah mulai turun hujan," pungkas Ahmad Sahroni.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar