Yamaha

Kolontong, Cemilan Khas Cisayong Berbahan Ketan

  Selasa, 18 Juni 2019   Irpan Wahab Muslim
Kolontong. (Irpan wahab/ayotasik).

CISAYONG,AYOTASIK.COM--Tasikmalaya terkenal dengan aneka ragam kuliner, mulai dari makanan hingga camilan. Salah satu camilan yang dihasilkan yakni kolontong. 

Camilan kolontong ini berasal dari Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Di tengah banyaknya cemilan modern, kolontong masih bertahan.

Berbahan dasar ketan putih, gula putih dan gula merah, kolontong diproduksi oleh Jaenuri (50) warga Salarema Desa dan Kecamatan Cisayong. Dibantu istrinya Ruhimah (45), Jaenuri sudah memproduksi kolontong sejak tahun 1990an.

Kepada Ayotasik.com, Jaenuri menuturkan, pembuatan kelontong dimulai dari ketan putih dicampur dengan gula putih dan dibaluri gula merah yang sudah dihaluskan. Setelah berbentuk memanjang, selanjutnya adonan dipotong potong berbentuk persegi empat memanjang dan disimpan diatas loyang atau tampir. Kemudian, potongan kelontong basah dijemur di terik matahari agar mengering.

"Kalau cuaca panas, sehari juga langsung kering. Kalau cuaca mendung, kadang dua atau tiga hari," papar Jaenuri, Selasa (18/6/2019).

Setelah kering, potongan kelontong selanjutnya dipanggang di atas tungku hingga kelontong mengembang dan matang. Proses produksi kelontong, dilakukan dengan tradisional. Mulai dari pengeringan yang mengandalkan terik matahari. Rasa yang dihasilkan pun berbeda jika pengeringan dilakukan dengan alat pengering.

"Kalau pakai alat, nantinya ada aroma alat tersebut. Tapi kalau dijemur, jadi lebih enak dan lebih kering. Kalau musim kemarau, bisa sampai 3 kg kolontong," papar Jaenuri.

Komposisi antara ketan putih, gula putih dan gula merah, Lanjut Jaenuri harus sesuai dan pas. Karena akan menghasilkan rasa kelontong yang pas saat selesai dipanggang. Jaenuri mengaku, saat lebaran merupakan saat panen pembuat kolontong. Pemesanan baik dari tetangga maupun pasaran bisa mencapai 100 Kg.

"Saat nau Lebaran, banyak pesanan. Kalau hari biasa, paling dipasarkan ke Cikurubuk atau Pasar Singaparna. Ada juga yang datang untuk dipasarkan ke Sumedang dan Bandung," tandasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar