Yamaha Mio S

Oknum Guru ASN di Tasik Cabuli Anak Tiri Setahun Terakhir

  Senin, 24 Juni 2019   Irpan Wahab Muslim
Ilustrasi.(Pixabay)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM--Oknum guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tasikmalaya diduga menyetubuhi anak tiri selama setahun terakhir. Akibat perbuatanya, IRS (57)--inisial pelaku--diamankan anggota Reskrim Polres Tasikmalaya, Minggu (23/6/2019).

Pria paruh baya empat orang anak dan empat orang cucu ini, tertunduk malu saat menjalani pemeriksaan. Pekerjaanya sebagai guru yang mendidik anak justru tidak memberikan contoh baik.

Korban berinisial LB sendiri masih berusia 15 tahun, yang merupakan anak dari istri keduanya yang dinikahi awal 2018. Perbuatan asusila pelaku terjadi sejak bulan Oktober 2018 lalu. 

"Tak terhitung pak saya melakukan persetubuhan sama anak tiri, hampir ada seminggu dua kali. Saya khilaf," ungkap IRS, Senin (24/6/2019).

IRS yang akan pensiun pada 20 Agustus 2022 itu membeberkan, dalam menjalankan aksinya, dilakukan saat istrinya ke sawah atau saat masak di dapur. IRS juga mengaku hanya mampu berhubungan selama dua menit saja dengan korban. Korban tidak melawan karena dalam ancaman pelaku.

"Berawal ketika korban yang duduk di bangku kelas 3 SMP ini ditemukan sedang berpacaran lalu ayah tirinya itu mengancam akan dilaporkan ke ibunya. Korban yang diketahui sangat takut oleh ibunnya itu meminta kepada ayah tirinya untuk tidak melaporkannya, dan memanfaatkan kelemahan itu korban justru disetubuhi pelaku terus-menerus," ungkap AKP Pribadi atma, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya.

Tidak kuat dengan perilaku ayah tirinya, korban  akhirnya melaporkan kejadian yang dialami kepada ibu kandunngnya. Pelaku dilaporkan dan akhirnya masuk bui.

"Keluarga korban melaporkan kepada petugas dan langsung kita tangkap tanpa perlawanan di rumahnya," tambah pribadi.

Kini IRS terpaksa mendekam dibalik jeruji besi Polres Tasikmalaya dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. Pengabdianya sebagai ASN sejak 1984 juga hampir dipastikan sia-sia karena di akhir masa kerjanya berbuat melawan hukum dan terancam dipecat tidak hormat.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Tasikmalaya Iwan Saputra menyayangkan aksi oknum ASN tersebut dan tidak patut dicontoh. 

Iwan menilai, yang bersangkutan sudah melakukan perilaku melawan hukum dan pihaknya mengikuti proses yang berjalan dikepolisian.

"Ada sanksi yang jelas sesuai PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin, ini sangat berat sanksinya, bisa pemberhentian langsung," pungkas Iwan.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar