Puncak Pelita, Tempat Untuk Kamu Yang Ingin Menenangkan Diri di Tasikmalaya

  Kamis, 15 Juli 2021   Handy Dannu Wijaya
Objek kolam berenang di Puncak Pelita, Kampung Sukamaju Desa Kertamukti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

CIAWI, AYOTASIK.COM -- Jika anda ingin menenangkan diri dari hiruk pikuk perkotaan dan pemberitaan covid-19 yang membosankan, anda bisa mengunjungi Puncak Pelita di Kampung Sukamaju Desa Kertamukti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Lokasinya yang berada di ketinggian, bisa membuat suasana lebih tenang, damai, dan merasakan kesejukan khas pegunungan.

Selain itu, di puncak ini, Anda juga bisa melihat langsung hamparan luas wilayah Tasikmalaya. Persawahan, perkebunan, juga permukiman akan sangat indah dilihat dari ketinggian puncak itu. Jalur menuju Puncak Pelita sangat mudah. Jika datang dari arah Bandung, Anda bisa mengambil Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga). Setelah di Jalan Cisinga, tujuan selanjutnya yakni menuju Desa Kiarajangkung.

Dari sana, medan tanjakan dan kelokan jalan akan dilalui sebelum mencapai Puncak Pelita. Namun di tengah perjalanan sekitar 15 menit itu, Anda akan melihat indahnya deretan perkebunan dan persawahan warga. Sesampainya di Puncak Pelita, Anda akan disambut oleh semilir angin sepoy-sepoy khas pegunungan. Disini Anda juga bisa beristirahat sejenak di warung-warung warga. Aneka makanan kecil tersedia di warung sederhana tersebut. Untuk harga anda tidak perlu khawatir karena harganya standar tidak membuat anda harus merogoh saku terlalu dalam.

Dilokasi Puncak Pelita, terdapat beberapa tempat yang bisa dinikmati, seperti melihat replika perahu yang terbuat dari bambu yang berdiri menjorok ke arah tebing. Dari replika perahu itu, Anda bisa mengabadikan pemandangan hamparan wilayah Tasikmalaya. Tidak sedikit, pengunjung yang berswafoto sambil mengabadikan keindahan Tasikmalaya dari ketinggian.

Efek Pandemi Pada Sektor Wisata Tasikmalaya

AYO BACA :

Pandemi covid-19 memberikan efek yang sangat terasa bagi sektor wisata, seperti yang terjadi di Tasikmalaya. Akibat dari peraturan dan pemberlakuan PPKM Darurat oleh pemerintah serta aturan sebelumnya yang mencakup PSBB serta PPKM membuat sektor wisata semakin tertekan.

Beberapa lokasi wisata harus terpaksa berhenti beroperasi guna menekan penyebaran covid-19 yang saat ini masih belum terkendali dengan baik. Bahkan ada beberapa lokasi wisata yang tutup secara permanen karena beratnya biaya operasional serta tingkat pengunjung yang tidak kungjung tinggi. 

Kalaupun dipaksakan, sanksi yang akan menimpa para pelaku sektor wisata ini mulai dari denda administratif hingga sanksi penutupan secara permanen. 

 

AYO BACA : Nyiru, Kerajinan Warga Salawu Yang Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar