Yamaha

Terdampak Kemarau, Debit Situ Gede Menyusut

  Kamis, 04 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Objek Wisata Situ Gede Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TASIKMALAYA, AYOTASIK.COM -- Musim kemarau juga berdampak pada debit air objek wisata Situ Gede di Kota Tasikmalaya. Debit air yang menyusut itu tampak terlihat dari pinggiran danau yang terlihat dasar tanahnya.

"Debit air di Situ Gede ini sudah terjadi penyusutan sejak dua bulan terakhir," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana di Tasikmalaya, Rabu (3/7/2019).

Sandi menjelaskan, wisata danau Situ Gede memang seringkali mengalami penyusutan air setiap tahun pada musim kemarau. Bahkan Sungai Cibanjaran yang menjadi hulu Situ Gede debit airnya sudah mulai mengering.

"Air Sungai Cibanjaran yang menjadi sumber air Situ Gede sudah tidak mengalir," ujarnya.

Ia mengungkapkan, danau Situ Gede itu tidak hanya dijadikan sebagai objek wisata unggulan di Kota Tasikmalaya, tetapi menjadi andalan petani untuk mengairi areal pertaniannya di sekitar danau.

Namun kondisi danau yang sudah mulai mengering itu, kata dia tentunya lahan pertanian yang mengandalkan air danau itu terancam kekeringan sehingga perlu upaya untuk mengantisipasinya.

"Air Situ Gede ini berfungsi untuk mengairi lahan pertanian seluas 230 hektare, untuk itu perlu upaya untuk menjaga debit air agar stabil," lanjutnya.

Ia menambahkan, upaya mengelola danau Situ Gede agar debit airnya tetap terjaga dengan baik itu sepenuhnya kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan pemerintah daerah hanya memanfaatkannya.

"Itu diatur Provinsi Jawa Barat untuk mengatur sumber air di atasnya," ujarnya.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar