Yamaha Mio S

Perjuangan Buruh Kebun Naik Haji Harus Jadi Inspirasi

  Kamis, 11 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Saefudin dan Hani saat bertamu ke Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (11/7/2019). (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Perjuangan pasangan suami istri (Pasutri) Saefudin (56) dan Hani (70) warga Lengkong Desa Linggaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah sangat tidak mudah. Mereka harus menyisihkan uang dari hasil pekerjaannya sebagai buruh kebun dengan upah Rp25.000-Rp40.000 selama 11 tahun.

Kisah perjuangan itu diapresiasi oleh Kepala dan pegawai Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya. Pasutri yang tergabung dalam kloter 43 Tasikmalaya yang direncanakan berangkat 19 Juli mendatang diundang ke Kantor Kemenag, Kamis (11/7/2019) siang.

Kepala kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Usep Saefudin menuturkan, disaat mendapatkan kabar tentang perjuangan berat pasangan Saefudin dan Hani untuk menunaikan rukun Islam ke lima itu, hati Usep langsung terenyuh. Pasutri yang berprofesi sebagai buruh kebun itu harus menyisihkan uang demi niatnya ibadah haji.

"Dari situ, kami mengundang pak Saefudin dan Hani untuk datang ke Kantor sebagai tamu undangan khusus. Karena perjuangannya itu, kami merasa sangat tersentuh," papar Usep seusai menerima Saefudin dan Hani.

Diundangnya Saefudin dan Hani semata hanya untuk memberikan motivasi kepada seluruh karyawan dan pegawai Kemenag terlebih kepada masyarakat banyak, jika keterbatasan dalam penghasilan bukan menjadi alasan untuk menunaikan ibadah haji.

AYO BACA : Tekad dan Niat Kuat Antarkan Tukang Ngarit Naik Haji

"Sengaja mengundang, dan tadi saya mengajak kepada pegawai kantor Kementrian agama yaitu dengan niat yang tulus akan mampu berangkat ibadah haji. Contohnya ya pak Saefudin dan Hani tadi, sebagai buruh kebun tetapi mampu untuk berangkat ibadah haji, " papar Usep.

Selain mengundang, lanjut Usep, pihaknya juga memberikan sedikit bekal berupa uang hasil dari sumbangan pegawai dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tasikmalaya. Bekal itu tidak lain sebagai apresiasi dan kebanggaan kepada pasutri tersebut.

"Meski tidak seberapa, tapi kami merasa bangga dan tersentuh. Bantuan sangat kecil tetapi mudah-mudahan bermanfaat untuk mereka, " pungkas Usep.

Ditemui ditempat yang sama, Saefudin mengaku terharu bisa diundang ke Kantor Kemenag. Ia juga berterima kasih kepada Kemenag atas bantuan yang diberikan. Ia hanya bisa berdoa semoga bekal yang diberikan dibalas oleh Alloh.

"Gusti hatur nuhun, bingah simkuring mah selaku orang kampung tiasa sumping ka kantor anu megah kieu. Hatur nuhun kanggo bantosan anu tos dipasihkeun, mugia Alloh ngabalas anu sae sareng langkung. (Terimakasih Tuhan, saya gembira sekalu orang kampung bisa datang ke kantor megah seperti ini. Terimakasih juga atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Allah membalasnya dengan yang lebih baik)" tutur Saefudin.

Sementara itu, Hani hanya bisa meneteskan air mata saat menerima bantuan. Ia tidak kuasa menahan tangis karena terlanjur bahagia.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar