Yamaha Aerox

BPBD Tasikmalaya Siagakan WTP Atasi Krisis Air

  Senin, 15 Juli 2019   Irpan Wahab
WTP di Singkup, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu. (Irpan/Ayotasik.com)

PURBARATU, AYOTASIK.COM -- BPBD Kota Tasikmalaya menyiagakan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda wilayah Kota Tasikmalaya akibat musim kemarau. WTP tersebut berfungsi untuk memproses air kotor sungai menjadi layak pakai dan layak konsumsi. Salah satunya ditempatkan di wilayah Singkup, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu.

Penempatan WTP di wilayah tersebut bukan tanpa alasan, kondisi wilayah yang berada di dataran tinggi membuat sumber air mengering. Alhasil, warga harus mencari air ke sungai Citanduy yang berjarak lebih dari 1 kilometer. Namun lewat bantuan WTP, warga bisa menggunakannya untuk memproses air kotor sehingga layak konsumsi.

AYO BACA : Petani Desa Manggungsari Tak Khawatir Musim Kemarau Berdampak pada Sawah

Dengan hadirnya alat tersebut, warga tidak direpotkan dengan perjalanan jauh mencari sumber air bersih. Cara kerja alat itu yakni dengan menyedot air sungai menggunakan mesin jet pompa dan ditampung di bak penampungan berkapasitas 5.000 liter. Selanjutnya difilterisasi sehingga bisa dikonsumsi.

“Alhamdulilah sangat terbantu sekali dengan ada alat itu, karena kita sudah tiga bulan krisis air papar Enah (50) salah satu warga, Senin (15/7/2019).

AYO BACA : Berkah Kemarau, Penjual Perlengkapan Layangan Panen Untung

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalyaa Ucu Anwar menuturkan, pihaknya sengaja menyimpan WTP agar memudahkan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Terlebih, jika diambil langsung oleh warga dari sungai, tingkat kesehatan air pun diragukan. Namun dengan pengambilan dan penampungan serta filterisasi dengan WTP bisa memudahkan masyarakat.

“WTP ini di peruntukan khusus bagi warga karena masayarakat mengambil dari air Sungai Citanduy sehingga warga masyarakat mendapat layanan dan kesehatan. Air yang telah diambil disaring sehingga bisa dikonsumsi,” papar Ucu.

Namun karena keterbatasan jumlah alat WTP itu, tidak semua wilayah yang kekeringan bisa terlayani. Solusinya diakukan pengiriman dengan menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter.

AYO BACA : BMKG: Kemarau di Jabar Hingga Oktober 2019

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar