Yamaha Aerox

5.200 haktare Sawah di Jawa Barat Terdampak Kemarau

  Selasa, 16 Juli 2019   Irpan Wahab
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat Hendi Jatnika. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat mencatat, sedikitnya 5.200 hektare sawah diseluruh Jawa Barat mengalami kekeringan dampak dari musim kemarau. 1.200 hektare di antaranya termasuk puso. Kabupaten Indramayu termasuk wilayah pertanian yang banyak mengalami kekeringan.

AYO BACA : Kemarau Berdampak Pada 29 Ribu Hektare Lebih Sawah Jawa Barat

"Karena Indramayu Proporsional sawahnya paling luas di Jawa Barat, dan Indramayu paling banyak sawah tadah hujan, " papar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat Hendi Jatnika di sela menghadiri peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 Provinsi Jawa Barat di Lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Selasa (16/7/2019).

AYO BACA : BPBD Tasikmalaya Siagakan WTP Atasi Krisis Air

Hendi menambahkan, dengan banyaknya area persawahan yang terdampak kemarau, pihaknya optimis tidak akan mengganggu produktivitas padi. Karena dari jumlah 2 juta hektare tanaman padi, jumlah yang mengalami kekeringan masih tergolong sedikit.

"Kalau misalnya dari 2 juta haktare tadi 2% mengalami puso mudah-mudahan tidak menggangu target keseluruhan. Targetnya 12 juta ton gabah kering giling, " tambahnya.

Handi mengingatkan, para petani untuk tidak menjual hasil panennya secara keseluruhan. Tetapi harus menyiapkan untuk keluarga sebagai ketahanan pangan terutama pada musim kemarau. Hendi mengharapkan, musim hujan akan terjadi pada bulan Oktober mendatang.

"Kalau berdasarkan ramalan cuaca itu Oktober turun hujan, mudah mudahan perkiraan itu benar." pungkasnya.

AYO BACA : Ribuan Hektare Sawah Kabupaten Tasik Mulai Terdampak Kemarau

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar