Yamaha Aerox

Prasasti Geger Hanjuang Asli Disambut Antusias Warga

  Minggu, 21 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Prasasti Geger Hanjuang di Museum Keliling Tasikmalaya yang dibawa dari Museum Jakarta. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bagi Anda yang penasaran dengan bentuk asli Prasasti Geger Hanjuang yang merupakan bukti otentik adanya Kerajaan Galunggung sebagai cikal bakal terbentuknya Pemerintahan Tasikmalaya bisa datang langsung ke Kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Bojongkoneng, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Prasasti yang ditemukan di lereng Gunung Galunggung, Kampung Rawa Girang, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, oleh peneliti K.F. Holle tahun 1877 tersebut menuliskan tulisan Sunda Buhun. Tulisan tersebut dipahat pada batu pipih ukuran panjang 85 centimeter, lebar 62 centimeter, dan tinggi 28 centimeter.

AYO BACA : Prasasti Geger Hanjuang, Sejarah Peninggalan Kerajaan Galunggung di Tasikmalaya

Adanya Prasasti Geger Hanjuang asli ini mendapatkan respon positif dari Masyarakat Tasikmalaya. Mereka sangat bangga dan bahagia bisa melihat langsung prasasti yang merupakan sejarah berdirinya Pemerintahan Tasikmalaya.

"Selama ini, kan, disimpan di Museum Jakarta, jadi saya bahagia sekali sakaligus bangga bisa melihat langsung wujud aslinya, ternyata beda jauh dari Prasasti Geger Hanjuang yang ada di Leuwisari sekarang," papar salah satu pengunjung Usup Saepudin kepada ayotasik.com, Minggu (21/7/2019).

AYO BACA : Pendopo Tasik dan Aset Dua Wilayah

Yusup mengharapkan, benda-benda bersejarah yang berasal dari Tasikmalaya disimpan di Tasikmalaya. Artinya, pemerintah harus mempunyai museum khusus menyimpan berbagai benda sejarah.

"Kalau bagusnya di kita itu ada museum, jadi benda bersejarah bisa disimpan di sini. Jadi masyarakat lebih mudah kalau ingin mengunjungi dan mengetahui sejarah dari benda-benda peninggalan, " papar Usup.

Selain Prasasti Geger Hanjuang yang asli, di museum keliling atau museum mini ini juga menampilkan beberapa benda bersejarah di antaranya Prasasti Kawali yang berisi tulisan Sunda kuno, Prasasti Kota Kapur, Patung Buddha Dipangkara, dan prasasti lainnya.

AYO BACA : Sejarah Tasik: Pembentukan Sukapura dan Piagam Mataram

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar