Yamaha Aerox

Kurang Fasilitas Pemadan, Pasar Singaparna Rawan Terbakar

  Kamis, 25 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Pasar Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kondisi Pasar Singaparna Kabupaten Tasikmalaya memprihantinkan dan rawan terbakar lantaran terlihat dari minimnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan minimnya hidran di komplek maupun area luar pasar.

Dari penelusuran ayotasik.com di Pasar Singaparna, dari jumlah 800 kios yang ada, hanya 10% kios yang memiliki APAR. Itu pun kebanyakan sudah tidak berfungsi dan masa penggunaan APAR sudah berakhir pada tahun 2017.

AYO BACA : Kabupaten Tasikmalaya Butuh Jalan Lingkar

Selain minimnya alat pemadaman kebakaran dan hidran, kerawanan kebakaran juga terlihat dari kondisi kios yang kebanyakan atapnya menggunakan kayu. Selain itu jaringan listrik juga terkesan tidak tertata dengan rapih dan banyak sambungan.

Kondisi ini pun disayangkan oleh para pedagang. Imas Masriah (48) pedagang sayuran mengatakan, kondisi instalasi listrik yang semrawut dan tidak adanya APAR sudah terjadi lima tahun terakhir. Pengadaan APAR seharusnya tidak dibebankan kepada pedagang, karena pedagang sudah membayar retribusi.

AYO BACA : Tiket Masuk Tasik Motekar Dikeluhkan Pengunjung

"Seharusnya jangan dibebankan ke pedagang, karena itu kan masuk fasilitas. Kita sudah bayar retribusi tiap bulan," papar Imas, Kamis (25/7/2019).

Keluhan yang sama juga terlontar dari Utep (34) pedagang pakaian. Pada tahun 2016 dirinya, begitu juga pedagan lain, menerima surat edaran yang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar setiap kios dilengkapi APAR.  Namun imbauan itu hanya dilaksanakan oleh sebagian pedagang. Hal itu karena terbenturnya biaya yang dimiliki oleh pedagang.

"Ada lima kios satu APAR, karena memang keberatan kalau dari pedagang. Memang pedagang sadar pasar rawan kebakaran, tapi harusnya dari Pemerintah sebagai fasilitas, " kata Utep.

AYO BACA : Dinas Pertanian Akui Para Petani Cabai Gagal Panen

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar