Yamaha Aerox

Pemerintah Akui Pasar Singaparna Tasik Rawan Terbakar

  Kamis, 25 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya Imam Ghozali. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya Imam Ghozali mengatakan, tingkat rawan akan kejadian kebakaran di Pasar Singaparna cukup tinggi. Hal ini lantaran fasilitas pemadam kebakaran baik berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) maupun ketersediaan hidran di areal pasar minim.

Meskipun begitu, ia mengaku, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi jika musibah kebakaran itu terjadi. Langkah itu seperti mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pedagang dan pemilik kios untuk melengkapi kiosnya dengan APAR.

AYO BACA : Kurang Fasilitas, Pasar Singaparna Rawan Terbakar

"Surat edaran itu keluar berkat koordinasi dengan Disperindag, ditandatangani Pak Sekda waktu itu. Itu langkah-langkah yang kami lakukan, " papar Imam Ghozali kepada wartawan, Kamis (25/7/2019).

Imbauan itu, lanjut Imam, baru direspon oleh sekitar 10% pedagang. Rata-rata pedagang beralasan tidak memiliki biaya untuk membeli APAR. Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga tidak menyediakan APAR karena tidak memiliki anggaran.

AYO BACA : Wow, Buku Pelajaran SD di Garut Bisa Capai Rp1 Juta

"Paling baru sekitar 10% yang merespon imbauan itu. Lagi-lagi tidak ada biaya yang jadi alasan, dinas terkait juga tidak ada anggaran," papar Imam.

Jika dilihat dan diteliti dengan seksama, potensi kebakaran pasar bisa terjadi lantaran instalasi listrik yang terkesan semrawut dan tidak tertata. Imam khawatir, terjadinya arus pendek listrik dan tidak adanya APAR serta Hidran membuat musibah kebakaran akan sulit dikendalikan.

"Coba liat, sambungan listrik kesana kemari tidak beraturan. Jadi kerawanan itu tinggi dan sayangnya fasilitas pemadamnya juga kurang," papar Imam.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Heri Sogiri mengakui Pasar Singaparna minim fasilitas pemadam kebakaran. Pihak UPTD pasar hanya mempunyai APAR kurang dari lima unit, itu pun sudah tidak berfungsi.

"Imbauan sudah disampaikan kepada pedagang, tapi ya responnya tidak ada karena merasa hingga saat ini aman-aman saja. " pungkas Heri.

AYO BACA : Mobil Oleng di Garut Seruduk Tukang Parkir dan Cuanki

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar