Yamaha Aerox

Hilangnya Sentra Penghasil Gurame Soang Galunggung

  Kamis, 01 Agustus 2019   Irpan Wahab
Gurame Soang Galunggung. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SUKARATU, AYOTASIK.COM -- Sekitar tahun 1990, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, disebut-sebut sebagai sentra penghasil gurame terbesar di Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, dari Kecamatan Sukaratu, muncul Gurame Soang Galunggung yang terkenal hingga ke beberapa wilayah di Jawa Barat. Saat itu, hampir 60% kebutuhan Gurame dipasok dari Kecamatan Sukaratu.

Keberhasilan masyarakat membudidayakan gurame kala itu membuat sejumlah petani gurame mampu melaksanakan ibadah haji ke tanah Suci Mekah. Hingga muncul sebutan di masyarakat "Haji Gurame".

Hendar (43) salah satu petani Gurame menuturkan, keunggulan Gurame Soang Galunggung terletak pada bentuk badan yang panjang dan daging tebal serta dahi yang cukup menonjol pada jantan maupun betina. Pada tahun 1990-an, gurame soang galunggung bahkan dipasok ke beberapa wilayah, seperti Bandung, Jakarta, Cianjur dan kota besar lainnya.

AYO BACA : Potensi Ikan Nila Gesit di Kabupaten Tasik Sangat Tinggi

"Ini saya turun temurun dari orang tua, orang tua saya dulu ngirim gurame sampai ke Banten. Tahun 1990-an bisa dikatakan masa keemasan petani gurame di Galunggung, " papar Hendar kepada ayotasik.com, Kamis (1/8/2019).

Faktor yang membuat Sukaratu menjadi penghasil Gurame Soang Galunggung lantaran kondisi air yang masih bersih serta banyaknya lahan kolam. Kondisi itu berbalik hampir 360 derajat dengan kondisi saat ini karena kondisi airnya yang keruh akibat pencemaran limbah penambangan pasir.

"Sekarang mah lumayan susah kalau pembibitan, karena kondisi airnya keruh. Karena sumber air kita mengandalkan aliran Sungai Cikunir dan Cibanjaran yang sekarang sudah tercemar limbah penambangan, " papar Hendar.

AYO BACA : Kopi, Penopang Ekonomi Desa Parentas

Petani gurame lainnya, Maman Gino (52) menuturkan, kondisi air yang keruh dan tercemar membuat pembibitan gurame di Kecamatam Sukaratu tidak maksimal. Pembesaran ikan pun terganggu akibatnya bentuk tubuh Gurame sedikit mengecil.

"Teu berkembang we, da panginten caina awon. Pami kapungkur mah wah jang, resep ngabibitkeun sareng ternak gurame teh soalna pasti untung ageung (Tidak berkembang aja, karena mungkin airnya jelek. Kalau dulu membuat bibir sama ternak soalnya pasti untung besar)" papar Maman.

Saat ini, kata Maman, hanya ada beberapa orang yang masih bertahan untuk melakukan pembibitan ikan Gurame soang galunggung. Petani hanya menjual bibit atau telurnya saja karena pembesaran gurame dirasa tidak akan maksimal.

"Pami kahoyong mah bersihkeun deui cai di wilayah Sukaratu. Sukaratu teh kapungkur mah sentrana gurame soang jang, ayeuna mah seueurna pembibitan atanapi melak laukna sok di Singaparna atanapi di Leuwisari anu caina masih sae," pungkas Maman.

AYO BACA : Dede Yanti Ingin Ciptakan Destinasi Wisata Lebah

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar