Yamaha Mio S

Menengok Kampung Raja Toilet Umum Pulai Jawa di Tasikmalaya

  Minggu, 04 Agustus 2019   Irpan Wahab
Desa Kiarakajangkung, Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SUKAHENING, AYOTASIK.COM -- Suasana sejuk khas pegunungan langsung menyambut saat memasuki Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Hamparan sawah menyuguhkan pemandangan indah menyegarkan mata di tengah terik matahari, Minggu (4/8/2019) siang.

Suasana dan kondisi desa yang berada di lereng Gunung Galunggung bagian utara ini tidak jauh berbeda dengan desa lainnya. Hilir mudik kendaraan yang mengangkut hasil bumi dan aktivitas masyarakat berjalan tanpa kendala.

Namun jika ditelisik lebih jauh, rumah-rumah warga di Desa Kiarajangkung kondisinya cukup mewah. Kondisi rumah permanen dan beberapa tampat bertingkat. Tampak juga terparkir kendaraan mewah yang bisa ditemukan di setiap pinggir jalan desa. Kondisi jalan pun beraspal dan masih dalam kondisi bagus. Beredar kabar, rumah-rumah bertingkat mewah itu merupakan milik bos-bos toilet di pulau Jawa. 

Saat ayotasik.com mencoba menelusuri desa itu, seorang warga Agus Odik (50) menuturkan, di Desa Kiarajangkung banyak warga yang memiliki lapak toilet umum di kota-kota besar. Seperti Bandung, Jakarta, Banten dan tempat keramaian lainnya.

AYO BACA : Dampak Gempa Banten ke Tasik

"Disini mah dari dulu, ada beberapa bos yang punya lebih dari 20 lapak WC. Pegawainya juga dari warga disini, " papar Agus yang ditemui di warung sederhana miliknya, Minggu (4/8/2019).

Agus menambahkan, tidak hanya di wilayah barat, bos toilet yang berasal dari Desa Kiarajangkung juga mulai membuka lapak toilet umum mereka ke wilayah Timur Jawa, seperti Yogyakarta, Madiun dan Surabaya. Kebanyakan mereka membuka lapak toilet umum di SPBU dan tempat keramaian lainnya.

"Sekarang mah mulai ke wilayah timur, anak saya juga kemarin diajak ikut ke Surabaya untuk bekerja menjaga WC," papar Agus

Memperjelas penelusuran, ayotasik.com mencoba menggali keterangan dari Pemerintah Desa Kiarajangkung. Sekretaris Desa Kiarajangkung Hari Kurniaharja yang ditemui di Kantor Desa menuturkan, Kiarajangkung memang tidak lepas dari sejarah bos toilet umum. Hal itu terjadi pada tahun sekitar 1980.

AYO BACA : Tasik Hingga Bekasi Panik Ikut Rasakan Gempa

Membuka lapak toilet umum di tempat keramaian dimulai oleh Uju pada tahun 1980. Uju yang awalnya berjualan air dengan dipikul di Jakarta melihat adanya peluang besar pada bisnis toilet. Uju akhirnya menyewa beberapa toilet umum dengan sistem kontrak di SPBU di Jakarta.

"Setahu saya itu awalnya yang terjun dalam bisnis WC itu pak Haji Uju almarhum. Awalnya berjalan air, dan lama kelamaan membuka bisnis WC karena peluang yang besar, " papar Hari.

Bisnis toilet umum terus berkembang, akhirnya Uju mengajak serta masyarakat lainnya untuk bekerja sebagai penjaga toiletnya. Karena memiliki pengalaman dan ingin mendiri, warga yang awalnya bekerja sebagai penjaga toilet umum milik Uju beralih menjadi pemilik dan pelaku bisnisnya langsung.

"Biasanya, merasa mampu, ingin mandiri dan ada modal mereka bangun bisnis WC sendiri berkembang hingga sekarang," tambah Hari.

Bisnis toilet umum di Desa Kiarajangkung, lanjut Hari, menjadi usaha yang turun temurun. Hingga saat ini, setidaknya ada tiga orang yang disebut penguasa bisnis toilet umum di antaranya Hasan yang merupakan putra dari Uju, Cecep Ruhimat dan One.

"Catatan di kami itu, dari 4.128 penduduk yang ada di Desa Kiarajangkung, sekitar 25% bekerja sebagai buruh lepas yakni penjaga WC. Artinya pelaku bisnis WC membuka lapangan kerja untuk warga disini, " pungkas Hari.

AYO BACA : Mengenal Zaenal Mustofa

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar