Yamaha Aerox

HCR, Pengelola Toilet yang sukses di Dunia Politik

  Minggu, 04 Agustus 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Politikus Tasikmalaya yang memulai karir gemilangnya di bidang usaha toilet umum, HCR. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SUKAHENING, AYOTASIK.COM -- Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, sejak tahun 1980 merupakan tempat asal beberapa pengusaha sukses yang bergelut dalam pengelolaan toilet umum alias WC. Dari desa yang berada di utara lereng Gunung Galunggung ini, muncul nama-nama pengusaha sukses pengelolaan toilet di antaranya Hasan, Cecep Ruhimat dan One.

Ayotasik.com mencoba menelusuri keberadaan kediaman salah satu pengusaha sukses itu. Setelah menyusuri sekitar 1 km, terlihat rumah megah yang berada persis di pinggir jalan Desa Sundakerta. Saat mencoba bertanya kepada warga, rumah megah yang dikelilingi oleh hamparan sawah itu milik Haji Cecep Ruhimat atau yang akrab disapa HCR.

Ayotasik.com mencoba masuk dan disambut hangat penghuni rumah Agustian. Kami pun berbincang sambil menunggu kedatangan HCR yang masih dalam perjalanan setelah mengikuti berbagai kegiatan. Berselang dua jam, ayotasik.com pun berkesempatan berbincang dengan HCR di salah satu ruangan di dalam komplek rumah.

Dengan suasana santai, HCR bercerita tentang perjalannya membangun bisnis pengelolaan toilet. Perjalanan panjang itu dimulai dari tahun 1985, seusai lulus pendidikan tingkat atas, HCR merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. Di Jakarta, ia ikut bekerja di beberapa tempat termasuk di bidang pengelolaan toilet. 

Melihat potensi bisnis pengelolaan toilet sangat besar, HCR pun memberanikan diri membuka usaha pengelolaan toilet secara mandiri. Toilet yang ada di pasar induk dan terminal di wilayah Jakarta menjadi sasaran. Dari tahun ke tahun, usahanya terus berkembang hingga akhirnya mencapai 100 titik dan mempekerjakan lebih dari 200 orang.

"Awalnya melihat potensi bisnis pengelolaan toilet yang besar, saya terjun. Sistemnya ada yang kontrak ada juga penunjukan dari pihak pertama, " papar HCR, Minggu (4/8/2019).

Seiring dengan banyaknya aturan yang mengharuskan mengikuti lelang, beberapa titik toilet yang dikelola berpindah tangan. Selain itu, banyaknya orang yang terjun ke dunia pengelolaan toilet membuat persaingan cukup ketat. Setelah hampir 40 tahun berkiprah, HCR memutuskan untuk pulang kampung ke Tasikmalaya.

"Namanya usaha ada pasang surut, sampai sekarang juga masih tapi saya tidak terjun langsung mengelola. Mengalir saja, berjalan begitu saja. Kalau bisnis pengelolaan toilet itu modalnya sekali, " papar HCR.

AYO BACA : Kiarajangkung, Desa asal Bos Toilet Umum di Pulau Jawa

Saat ini, sedikitnya ada 30 titik toilet yang masih dikelola oleh pria kelahiran 20 Oktober 1954 itu. Di antaranya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Dari usahanya itu, HCR bisa mempekerjaannya sebagian besar masyarakat yang ada di kampungnya. 

"Bisnis toilet itu modalnya kepercayaan dan pelayanan. Sekarang mah saya disini saja, tidak fokus ngurus karena sudah capek sama ada kegiatan lain, " papar HCR.

Pengalaman Bisnis Mendorong Terjun Ke Dunia Politik

Setelah pulang ke kampungnya, HCR mencoba memfokuskan diri mengabdi kepada masyarakat melalui dunia politik. Terlebih di kampungnya, HCR dinilai sebagai tokoh masyarakat dan tergugah terjun ke dunia politik karena melihat kondisi akses masyarakat kurang terhadap pembangunan.

"Tahun 2004 saya coba terjun politik, nyaleg tapi gagal, saya balik lagi ke Jakarta. tahun 2014 lalu terjun lagi dari Gerindra dan alhamdulilah saya masuk kursi dewan. Alhamdulilah bisa membantu masyarakat, " papar HCR.

Kesuksesan dalam managemen bisnis pengelolaan toilet juga berpengaruh besar terhadap kesuksesan di dunia politik. Pada tahun 2016, ia juga dipercaya menakhodai DPC Partai Gerindra Kabupaten Tasikmalaya. Di bawah kepemimpinannya, pada Pileg 2019, partainya meraih suara terbanyak di Kabupaten Tasikmalaya.

"Alhamdulilah kemarin saya raih suara 10.000 lebih. Saya akui, berkat bisnis saya dulu mendorong kesuksesan di dunia politik. Saya dibantu oleh mantan pegawai saya dulu hingga akhirnya saya dan partai meraih suara banyak," ungkap HCR.

Dalam dunia politik, HCR mengaku tak memasalahkan jabatan. Ia hanya fokus bagaimana kehadirannya mampu dirasakan masyarakat. Prinsip itu diterapkan seperti saat menggeluti usaha sebagai pengusaha pengelola toilet umum. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar