Yamaha Aerox

Masjid Agung Manonjaya, Bukti Perjalanan Kabupaten Tasikmalaya

  Senin, 05 Agustus 2019   Irpan Wahab
Masjid Agung Manonjaya Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Dalam perkembangannya, pembentukan Kabupaten Tasikmalaya tidak terlepas dari peran Sultan Agung Mataram. Kala itu, Sultan Agung Mataram mengangkat Umbul Sukakerta, Ki Wirawangsa, menjadi Mantri Agung Bupati Sukapura pada 26 Juli 1632. Pengangkatan Ki Wirawangsa tidak terlepas dari prestasinya menangkap pemberontakan Dipati Ukur.

Mulai saat itu, Kabupaten Sukapura mulai terbentuk. Raden Wirawangsa diberi otonomi untuk mengelola pemerintahan dan dinobatkan sebagai Bupati dengan gelar Raden Tumenggung Wiradadaha I. Tidak lama setelah pengangkatan itu, ibu kota dipindahkan ke Sukapura yang saat ini menjadi Kecamatan Sukaraja. Sebelumnya ibu kota berada di Dayeuh Tengah atau masuk Kecamatan Salopa saat ini.

Pemerintahan di Ibu Kota Sukapura dipimpin oleh delapan Bupati selam periode 1632-1837. Saat masa akhir pemerintahan Raden Anggadipa II atau Wiradadaha VII, ibu kota berpindah dari Sukapura ke Manonjaya. Estapet kepemimpinan diteruskan oleh Raden Tumenggung Danuningrat.

Pemerintahan di Ibu Kota Manonjaya berlangsung selama tiga periode kepemimpinan yakni Raden Rangga Wiradimanggala, Raden Wiraadegdaha, dan Raden Wirahadiningrat.

Pada periode pemerintahan Raden Rangga wiratanuwangsa atau R.T Prawiraadiningrat atau Bupati Sukapura XII yang memerintah tahun 1901-1908, perpindahan ibu kota dari Manonjaya ke Tasikmalaya terjadi pada tanggal 1 Oktober 1901.

Sementara perubahan nama dari Kabupaten Sukapura menjadi Tasikmalaya saat pemerintahan di bawah pimpinan R.T Wiratanuningrat yakni tanggal 1 Januari 1913. Ia diangkat oleh Pemerintah Belanda menjadi Bupati Tasikmalaya pertama sesuai perubahan nama. Ia memimpin hingga tahun 1937.

Dari perjalanan perpindahan Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya itu, Masjid Agung Manonjaya merupakan salah satu bukti sejarah perjalanan Kabupaten Tasikmalaya. Masjid Agung Manonjaya diketahui dibangun pada masa pemerintahan Raden Tumenggung Daruningrat atau Wiradadaha VIII saat Manonjaya menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 1832.

Hingga saat ini, Masjid Agung Manonjaya masih berdiri tegak meski sudah berusia 187 tahun. Di depan masjid, terdapat lapangan yang dipakai menjadi alun-alun dan ruang terbuka hijau. Dalam perjalannya, Masjid Agung Manonjaya sudah beberapa kali direnovasi.

Meski direnovasi, bentuk dan keaslian bangunan tetap dilestarikan mengingat sudah termasuk cagar budaya. Renovasi pertama kali dilakukan tahun 1952. Renovasi dilakukan pada bagian atap masjid dan pelebaran masjid yang awalnya hanya 16x16 meter menjadi 16x18 meter.

Renovasi ringan juga pernah dilakukan tahun 1972 dan 1992. Sementara renovasi besar pada Masjid Agung Manonjaya terjadi pada tahun 2011. Hal ini karena bangunan masjid mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa yang melanda Tasikmalaya pada tahun 2009 silam. Renovasi itu bahkan memerlukan waktu lama yakni selesai tahun 2013.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar