Yamaha Aerox

Peran Masyarakat Teramat Penting Menghadapi Terorisme

  Kamis, 08 Agustus 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Polisi berjaga saat saat olah TKP pascapenangkapan terduga teroris di wilayah RT 10/10 Nanggewer Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019). Densus 88 Antiteror Polri bersama Polres Bogor melakukan penindakan, penangkapan dan penggeledahan di rumah tersangka teroris. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

JAKARTA, AYOTASIK.NET -- Menghadapi terorisme bukan saja tugas dari aparat berwenang. Masyarakat dari berbagai kalangan juga harus memiliki andil dalam menghadapi terorisme. Hal tersebut seperti dinilai oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Menurut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, bagaimana orang tua, guru, dan berbagai kalangan lain mengajarkan perbedaan adalah salah satu hal sederhana yang bisa ditanamkan agar doktrin-doktrin yang tidak sesuai konstitusi dapat dicegah.

AYO BACA : ACT Membantah Fitnah dengan Aksi Nyata

"Menghadapi terorisme itu gimana sih sebenarnya. Apakah pasukan-pasukan itu (Koopsus TNI). Saya rasa tidak kalau ngomong radikalisme sebagai satu 'isme', yang berperan penting bukan tentara maupun polisi," ujarnya di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).

"Jangan-jangan yang berperan penting adalah guru-guru mulai dari TK-SMA, seperti untuk bagaimana mengajarkan perbedaan dan bagaimana meningkatkan sisi menjadi sisi positif," ujarnya pula.

AYO BACA : Kak Seto Ajak Populerkan Permainan Tradisional

Menurutnya, bukan melalui pendekatan dari tim atau pasukan khusus saja, namun, akar terorisme juga dapat dicabut melalui bagaimana sesama masyarakat dapat saling menghormati, dan itu dapat dipupuk sejak dini.

"Di banyak negara ada radikalisme, kontraradikalisme jantungnya bukan di alat, jantungnya di alat-alat yang memungkinkan orang untuk mulai lebih terbuka dan menghormati perbedaan menjadi sisi yang paling pokok," ujar Choirul.

Ia kemudian memberikan contoh sederhana untuk memulai hal tersebut. Misalnya bagaimana generasi muda atau masyarakat pada umumnya bijak dalam menggunakan gawai dan internet.

"Lebih penting temen-temen milenial yang punya handphone, seperti bagaimana milenial membuat tagar yang menyejukkan untuk mencegah radikalisme," katanya pula.

AYO BACA : Pemkot Tasik Rangkul Keluarga Teroris

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar