Yamaha Mio S

bjb Komitmen Bantu Pemkot Tasik Dalam SP2D Online

  Kamis, 08 Agustus 2019   Irpan Wahab
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Layanan SP2D Online antara bank bjb dengan Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya dan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, ditandatangani langsung oleh Direktur IT, Treasury dan International Banking bank bjb Rio Lanasier dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. (Istimewa)

BANDUNG, AYOTASIK.COM -- PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) berkomitmen mendukung program pemerintah dalam kegiatan transaksional dan gerakan nasional non tunai. Salah satunya sebagai bank pengelola keuangan daerah, upaya itu dengan terus menerus meningkatkan mutu dan kualitas layanan kepada pemerintah daerah, khususnya layanan pengeluaran dan belanja daerah.

SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) merupakan salah satu instrument selain check, bilyet giro dan standing instruction yang dipergunakan oleh instansi pemerintah baik pusat maupun daerah untuk melakukan kegiatan belanja daerah.

AYO BACA : Ayo Media Network Disokong bank bjb dalam Pengembangan Produk Digital

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Layanan SP2D Online antara bank bjb dengan Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya dan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, ditandatangani langsung oleh Direktur IT, Treasury dan International Banking bank bjb  Rio Lanasier dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Kegiatan ini disaksikan oleh Kepala Cabang bank bjb Tasikmalaya Achmad Djuansjah, Kepala BPKAD Pemkot Tasikmalaya Hanafi, Pemimpin Divisi Hubungan Kelembagaan Isa Anwari, Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Tasikmalaya Nana Sujana, dan Kepala Bagian Pemerintahan Kota Tasikmalaya Rohab Riswan, bertempat di Outlet bjb Precious di Teuku Umar Kota Bandung, Kamis (08/08/19).

AYO BACA : Ini 3 Fokus Utama yang Akan Dilakukan bank bjb

Proses pencairan SP2D yang berjalan secara manual, selama ini memakan waktu yang cukup lama. Untuk satu dokumen SP2D membutuhkan waktu 5-7 menit. Dalam satu hari terdapat banyak SP2D yang harus dicairkan, sehingga dimungkinkan terdapat faktor human error dari Bendahara Umum Daerah atau petugas bank karena SP2D yang terbit harus dicairkan pada hari yang sama termasuk pajak-pajak yang terkandung di dalamnya.

Maksud dan tujuan peningkatan Layanan SP2D secara online di antaranya pertama, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan mempercepat waktu proses pencairan dengan adanya suatu koneksi atau host to host (H2H) antara data-data SP2D yang siap dicairkan dengan aplikasi perbankan bank bjb dapat meminimalisir faktor human error, karena petugas bank tidak perlu menginput seluruh isi atau data dari dokumen SP2D tadi, tapi cukup dengan melakukan inquiry berdasarkan nomor SP2D yang siap untuk dicairkan tersebut.

Kedua, Integrasi ini dilengkapi dengan kemudahan dan terdapat dashboard SP2D online yang dapat diakses oleh pihak pemda untuk melihat SP2D yang masuk. SP2D yang telah dicairkan dan yang belum dicairkan oleh pihak bank tanpa harus melakukan konfirmasi dan dashboard ini bersifat realtime. Ketiga fitur check nomor rekening nasabah (khusus nasabah bank bjb) sehingga meminimalisir kesalahan penginputan nomor rekening penerima SP2D.

Dalam kesempatan terpisah, M. Asadi Budiman selaku Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb menuturkan, peningkatan layanan SP2D Online ini dapat mempersingkat waktu pencairan SP2D dengan penambahan fitur memberikan kemudahan akses data SP2D bagi pihak pemda.

Diharapkan SP2D online ini dapat menjadi kerjasama yang saling menguntungkan dan kemajuan bersama, sehingga Pemda akan sangat terbantu dan menjadikan layanan ini sebagai salahsatu andalan dari kegiatan transaksi non tunai.

AYO BACA : Optimalisasi Peran BUMDes Bersama bank bjb di Seluruh Desa di Jawa Barat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar