Yamaha Aerox

Pemdes Cigadog Terus Lakukan Regenerasi Perajin Bambu

  Selasa, 13 Agustus 2019   Irpan Wahab
Kantor Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

LEUWISARI, AYOTASIK.COM -- Pemerintah Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, terus mengupayakan regenerasi perajin bambu yang saat ini didominasi oleh warga yang berusia 40 tahun ke atas. Pemerintah desa tidak ingin kedepan para perajin bambu di desanya hanya tinggal cerita.

Pegawai Desa Cigadog Dadang Taryana mengatakan, saat ini perajin bambu didominasi usia 40 tahun ke atas. Sementara untuk remaja atau kaum milenial lebih memilih bekerja di pabrik dan merantau ke luar kota untuk mencari penghidupan.

AYO BACA : Cigadog Jadi Sentra Kerajinan Bambu Sejak Zaman Kolonial

Padahal kerajinan bambu, kata Dadang, bisa menjadi mata pencaharian utama warga jika digeluti dengan serius dan terus melakukan inovasi.

"Dari 60% warga kami yang menjadikan kerajinan bambu sebagai penghidupan, hampir seluruhnya itu didominasi usia 40 tahun ke atas. Sementara remaja di kami seolah tidak tertarik menekuni kerajinan bambu," papar Dadang yang ditemui di kantornya, Selasa (13/6/2019).

AYO BACA : Balon Bupati Tasik Terus Bermunculan

Dadang menambahkan, remaja di Desa Cigadog sudah mempunyai kemampuan secara turun temurun. Namun karena sebagai perajin bambu terkesan tidak bergengsi, remaja lebih memilih bekerja di pabrik-pabrik.

"Padahal perajin bambu itu keren, bisa membuat sebuah karya yang orang lain belum tentu bisa. Pangsa pasar kerajinan pun cukup luas, apalagi sekarang didukung teknologi informasi," papar Dadang.

Menghindari hilangnya para perajin bambu, lanjut Dadang, pihak desa terus melakukan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan maupun pihak swasta.

Pelatihan dan pemberdayaan masyarakat ini setidaknya digelar tiap tahun dengan jumlah yang terus bertambah. Diharapkan, muncul minat-minat generasi muda untuk menggeluti bisnis kerajinan bambu.

"Kami terus dorong itu, termasuk oleh Bumdes. Artinya hasil kerajinan bambu warga dipasarkan oleh Bumdes ke berbagai daerah. Kami berkomitmen untuk terus menjadikan desa kami sebagai sentra kerajinan bambu, kami tidak ingin 20 atau 30 tahun kedepan sebutan itu tinggal dongeng, " pungkas Dadang.

AYO BACA : 50 Anggota DPRD Tasik Dilantik September

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar