Yamaha

Satpol PP Tasik Toleransi Keberadaan Pedagang Bendera Musiman

  Rabu, 14 Agustus 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Penjual bendera merah putih di salah satu ruas jalan Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tasikmalaya Imam Ghozali mengaku, saat ini banyak pedagang bendera merah putih musiman yang memanfaatkan fasilitas umum seperti trotoar dan area Taman Singaparna sebagai lapak berjualan.

Melihat kondisi tersebut, Imam menuturkan pihaknya memberikan toleransi hingga selesainya momen hari kemerdekaan. Meskipun secara aturan, hal itu melanggar Perda nomor 3 tahun 2014 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), yang menyinggung tentang larangan fasilitas umum digunakan untuk kepentingan pribadi.

AYO BACA : Pedagang Musiman, Antara Cari Untung dan Langgar Aturan

"Ini kan hari kemerdekaan, jadi tidak apa-apa lah kami berikan toleransi. Meskipun secara aturan itu tidak boleh, " papar Imam Ghozali melalui sambungan telepon, Rabu (14/8/2019).

Ditambahkan Imam, sesuai Perda nomor 3 itu, seluruh fasilitas umum dilarang untuk dijadikan tempat berjualan. Namun ia memakai beberapa pertimbangan sehingga penertiban tidak dilakukan pada Agustus ini.

AYO BACA : Pramuka Tasikmalaya Komitmen Cintai Lingkungan

"Ya kami beri toleransi hingga selesai momen hari Kemerdekaan, setelah itu, baru kami lakukan penertiban," papar Imam Ghozali.

Dihubungi terpisah, penggiat hukum dari LBH Ansor Imam Tantowi Jauhari menuturkan, tolerasi terhadap sebuah peraturan dinilai sebagai kemunduran hukum. Artinya, Satpol PP tidak bertaring ketika melihat pelanggaran yang sangat terlihat oleh mata.

Seharusnya, Satpol PP melakukan penertiban karena jelas memakai fasilitas umum untuk berjualan adalah pelanggaran Perda. Jika dibiarkan, hal itu akan memunculkan banyak lapak-lapak baru karena pemerintah terkesan tidak ada keberanian.

"Harusnya aturan tetap aturan, jangan ada toleransi terhadap aturan. Ini lah rendahnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Tasikmalaya, " pungkas Imam.

AYO BACA : Anak Kartosuwiryo Imbau Eks Pengikut DI/TII Perkokoh Bangsa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar