Yamaha Mio S

Orang Tua Siswa SD di Tasik Khawatir, Sutet Berdampak Pada Anak

  Kamis, 15 Agustus 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Siswa SDN Cintajaya, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, terpaksa harus belajar dihantui rasa cemas lantaran Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) Jawa-Bali melintang tepat di atas bangunan sekolahnya. Keberadaan Sutet itu, membawa kekhawatiran bagi orang tua siswa. Mereka khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan kepada anak. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TANJUNGJAYA, AYOTASIK.COM -- Siswa SDN Cintajaya, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, terpaksa harus belajar dihantui rasa cemas lantaran Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) Jawa-Bali melintang tepat di atas bangunan sekolahnya. Keberadaan Sutet itu, membawa kekhawatiran bagi orang tua siswa. Mereka khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan kepada anak.

Salah seorang orang tua siswa Riska Rahmawati (30) menuturkan, ia cukup khawatir dengan kondisi anak yang belajar dibawah saluran Sutet. Ia terpaksa menyekolahkan anak pertamanya itu di SDN Cinjayata karena merupakan salah satu SD favorit di Kecamatan Tanjungjaya.

AYO BACA : Pondasi Tergerus Air Sungai, Jembatan Cisinga Amblas

"Ya khawatir pak, bagaimana kalau tiba-tiba ada tegangan listrik, kalau siang juga ada muncul suara gemuruh, " papar Riska, Kamis (15/6/2019).

Ditambahkan Riska, ia khawatir adanya efek jangka panjang terhadap anaknya. Mengingat saluran Sutet itu sering menimbulkan suara bising yang cukup menggangu. Apalagi, bukan tidak mungkin, saluran listrik memancarkan radiasi yang membahayakan anak-anak.

AYO BACA : Gadis Sindangsono Dicari Keluarga

"Kalau yang saya baca, itu kan pasti ada efek radiasi. Jangka panjangnya bagaimana ke anak saya nanti. Saya khawatir soal itu, " papar Riska.

Kehawatiran yang sama berlontar dari Wawa Kartiwa (40). Anaknya yang saat ini duduk dibangku kelas tiga SD Cintajaya mengatakan, pihak sekolah ataupun pemerintah seharusnya merelokasi bangunan sekolah. Karena khawatir terjadi hal buruk terhadap kondisi kesehatan siswa. Terlebih, sering kali ada suara gemuruh cukup kencang pada siang atau malam hari.

"Kalau aturan yang saya baca itu, jaraknya harus lebih 17 meter. Kalau sepintar ini jarak terendah saluran Sutet ke atap Sekolah kurang dari 17 meter. Saya harapkan pemerintah segera mengambil sikap merelokasi bangunan sekolah, " pungkas Wawa.

AYO BACA : Satpol PP Tasik Toleransi Keberadaan Pedagang Bendera Musiman

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar