Yamaha Mio S

APH Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Dugaan Korupsi Kades Cipakat

  Senin, 19 Agustus 2019   Irpan Wahab Muslim
Kasi Inteligen Kejari Kabupaten Tasikmalaya Evelin Nur Agusta. (Irpan Wahab Muslim/ayotasik.com)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Kejaksaan Negeri (Kejati) Kabupaten Tasikmalaya membantah telah tidak serius dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahap II tahun 2017 Desa Cipakat. Kejati Kabupaten Tasikmalaya justru menunggu pelimpahan berkas dari Kepolisian Polres Tasikmalaya.

Kasi Inteligen Kejari Kabupaten Tasikmalaya Evelin Nur Agusta menuturkan, pihaknya masih menunggu perbaikan berkas penyidikan dari Polres Tasikmalaya. Pengembalian berkas dilakukan karena adanya kekurangan syarat formil maupun materil. 

Bahkan, kata Evelin, pengembalian berkas sudah dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu 4 bulan terakhir. Namun hingga kini belum ada pengiriman berkas kembali dari kepolisian.

"Jadi dari Januari hingga saat ini, kami bolak balik berkordinasi dengam penyidik kepolisian terkait kekerungan berkas,. Nah sampah saat ini belum dikembalikan lagi ke Kita. Karena kita ajuin untuk dilengkapi," papar Evelin, Senin (19/8/2019).

Evelin membantah jika Kejari dinilai tidak serius dalam mengungkap dugaan kasus korupsi yang menyeret Kepala Desa Cipakat Ade Gani tersebut. Jika berkas sudah diterima kembali, pihaknya akan melangkah ke tahap penyidikan selanjutnya.

"Kalau kemarin tidak ada kekurangan, ya kami tentu akan berjalan terus. Kami ini tidak diam kami terus bekerja, " kata Evelin.

Ditemui terpisah, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Pribadi Atma mengakui, pihaknya menerima berkas penyidikan dari Kejari Kabupaten Tasikmalaya. Pengembalian berkas itu karena dianggap adanya kekurangan terkait besaran anggaran yang diduga dikorupsi. 

Guna melengkapi kekurangan itu, lanjut Pribadi, pihaknya meminta kepada Inspektorat untuk melakukan audit pengggunaan dana Desa tahap II tahun 2017 yang diduga dikorupsi, namun hingga kini belum diterima.

"Kemarin kita layangkan 14 Agustus, kita menunggu hasil audit itu baru kita ajuin lagi ke Kejaksaan. Kita serius dalam pengungkapan kasus ini, " papar Pribadi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar