Yamaha Mio S

Waspada, Peredaran Sabu dan Ganja Masuk Pelosok Tasik

  Selasa, 20 Agustus 2019   Irpan Wahab Muslim
Plh. Kapolres Tasikmalaya AKBP. Sunarya menunjukan barang bukti bersama dua tersangka di Mapolres Tasikmalaya, Selasa (20/8/2019). (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM--Peredaran Narkotika jenis sabu dan ganja bukan hanya dikota-kota besar. Peredaran barang haram itupun sudah sampai ke pelosok di Tasikmalaya. Sebagian Remaja yang notabene penerus perjuangan bangsa di pelosok Desa saat ini sudah cukup akrab dengan sabu dan ganja.

Seperti dua kasus narkotika jenis Sabu-sabu dan ganja yang berhasil dibongkar Satnarkoba Polres Tasikmalaya di Desa Cikubang Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/8/2019).

AYO BACA : Perempuan Pemakai dan Kurir Sabu Tasikmalaya Dibekuk Polisi

Petugas kepolisian berhasil mengamankan 3 pelaku pemakai dan pengedar sabu-sabu yakni Asep, Gungun dan Agam serta 2 orang pemakai ganja yakni Dede dan Erwan.

\"Yang perlu diwaspadai saat ini yakni peredaran narkotika tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja. Melainkan sudah masuk ke pelosok kampung. Ini yang harus kita bentengi agar tidak merusak generasi bangsa,\" jelas Plh. Kapolres Tasikmalaya AKBP. Sunarya.

AYO BACA : BNN: Kota Tasik Tidak Termasuk Kategori Rawan Narkoba

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga menyita 3 paket sabu-sabu dengan total 2,5 gram. Polisi kini tengah mengembangkan kasusnya dengan mengintai pemasok sabu-sabu yang ditenggarai dari Jakarta. Pemesanannya dilakukan via telpon dan barang pun dijemput oleh salah satu pelaku ke Jakarta. 

Sunarya menambahkan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, jika di Desa Cikubang sering terjadi penyalagunaan jenis ganja. Dari informasi tersebut, dilakukan penyelidikan dan dilakulan penyergapan dan ada bukti ganja tertangkap tangan sedang menggunakan.

\"Mereka berdua lagi pesta, pada malam Lebaran kemarin. Keduanya sering menggunakan ganja, berapa kali,\" jelas Sunarya. 

Polisi menjerat pasal 111 ayat i jounto pasal 127 ayat 1 UU RI 2009 tentang narkotika, dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda RP800 juta.

\"Kami tidak bosen mengimbau kepada masyarajat untuk ikut berperan aktif memberantas peredaran narkotika dan miras. Karena barang haram itu sangat merusak diri dan merusak generasi bangsa,\" pungkas Sunarya.

AYO BACA : Simpan Sabu di Saku Jaket, Seorang Pria Dicokok Polisi

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar